Yos Adi Wicaksono : Catatan Manis Seorang Legenda

Yos Adi Wicaksono : Catatan Manis Seorang Legenda

Oleh Muhammad Ainurfallah

Yos Adi Wicaksono, yang biasa kita kenal dengan sapaan akrab Yaw, resmi merilis sebuah akademi untuk khusus penjaga gawang pada hari ulang tahunya yang ke-34 tahun. Setelah pensiun pada tahun 2016, Yaw mencoba untuk membagi ilmu yang ia dapatkan selama 14 tahun berkarir di dunia futsal, menjadi pelatih kiper untuk klub yang terakhir ia bela, IPC Pelindo II, lalu dipercaya melatih timnas U-20 untuk gelaran AFC Cup, hingga puncaknya, membuat sebuah akademi khusus untuk penjaga gawang futsal.

Review Karir

Yaw yang memulai karir futsalnya pada tahun 2002 termasuk dalam generasi awal perfutsalan Indonesia. Awalnya, ia menjadi penjaga gawang klub sepakbola di liga-liga strata 2, lalu akhirnya menjadi pemain futsal untuk Universitas Negeri Jakarta, tim yang saat itu terbentuk menjadi cikal bakal tim nasional Indonesia.

Perjalanan YAW untuk menjadi penjaga gawang hebat tidaklah mudah, sempat tercoret dari timnas saat timnas terpecah menjadi dua (satu untuk AFF dan satu untuk AFC) pada tahun 2005, lalu akhirnya terpanggil kembali oleh pelatih timnas kala itu, Coach Hendra Nazir. Setali tiga uang, di level klub pun karir yaw terbilang ciamik, sempat membela IKPT FC pasca membela UNJ FC, yaw melanjutkan karirnya ke klub Electric PLN, namun hanya bertahan 2 tahun yaitu periode 2007 sampai 2009. Yaw memiliki prinsip lebih baik main di tim kecil namun memiliki menit bermain yang banyak, maka berikutnya yaw membela IBM Hanggar sebelum akhirnya bergabung bersama IPC Pelindo II saat sudah memasuki usia matangnya. Di IPC inilah yaw memenangi banyak gelar, back to back Champion IFL pada tahun 2011 dan 2012, juara IFL pada tahun 2015 plus juara AFF Club ditahun yang sama.

Tentang Pemain Muda

Yaw mengungkapkan bahwa kendala saat ia masih bermain dahulu terbilang rumit, mulai dari sulitnya mencari lapangan yang sesuai, hingga sumber latian yang sulit didapat. Ia mengungkapkan seharusnya pemain-pemain muda saat ini bersyukur karena memiliki sarana latihan lain, mulai dari menonton tayangan tayangan youtube, hingga bertukar pendapat dengan para pemain yang lebih senior. Yaw sendiri mengaku, kunci untuk bertahan dalam performa yang baik adalah dengan menambah jumlah porsi latihan dan memiliki latihan lain selain yang ada di klub, contohnya jogging dan latihan penguatan lainnya. Menurut yaw, penjaga gawang futsal bukan sekedar menjaga gawang saja, namun harus bisa melakukan analisa dalam pertandingan, agar dapat mengambil keputusan guna mencegah terjadinya sebuah gol ke gawangnya.

YAW2 dan Goalkeeper Academy

Kita sama-sama tau, bahwa yaw identik dengan angka 2, tapi apakah kita tahu darimana inspirasi angka 2 tersebut? Jawabannya adalah pada tahun 2008, yaw bertemu dengan Tiago, penjaga gawang tim nasional Brazil di sebuah hotel kala mengikuti sebuah turnamen futsal. Pada turnamen tersebut, Brazil menjadi juara dan Tiago mencatat cleansheet alias tidak kemasukan gol sama sekali dalam satu turnamen. Yaw akhirnya melihat bahwa penjaga gawang futsal berbeda dari penjaga gawang sepakbola, itulah yang membuat yaw akhirnya memilih nomor 2.

Yaw mengungkapkan rencana membuat akademi khusus penjaga gawang ini bukan dengan tujuan untuk menggurui pelatih-pelatih yang sudah ada, namun hanya menjadi sarana tambahan latihan bagi penjaga-penjaga gawang yang ada di Indonesia, YAW2GoalkeeperAcademy sendiri akan dibagi kedalam kategori, junior dan senior, serta akan dirilis di beberapa kota besar di Indonesia, namun pertama kali akan dimulai di Bekasi.

Begitulah catatan manis dari sang legenda futsal Indonesia, walaupun sudah pensiun, yaw masih ingin menyumbangkan ilmu yang selama ini ia dapatkan demi kemajuan futsal di Indonesia! Terima kasih legenda! Sukses selalu!

Baca juga:
Ucapan Perpisahan Banjiri Keputusan Pensiun Yos Adi Wicaksono
Kabar mengejutkan datang dari dunia futsal Indonesia pada awal tahun 2017. Kiper senior futsal Indonesia...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Lima Pemain Veteran yang Masih Bersinar
Kita sudah banyak menyaksikan banyak pemain – pemain muda berkuasa di kancah futsal Indonesia, seperti...
Wajah Baru Timnas Futsal Indonesia
Selepas Sanksi FIFA, Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia resmi membentuk tim setelah melewati beberapa...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password