Wahyudin ‘Kocoy’ Berharap Giga FC Bisa Jaga Konsistensi

Wahyudin ‘Kocoy’ Berharap Giga FC Bisa Jaga Konsistensi

Oleh: Rheza Pradita

Meski berhasil membawa enam poin dari Yogyakarta, Wahyudin tidak ingin timnya cepat berpuas diri.

Giga FC Kota Metro berhasil menyapu bersih pekan kedua grup A Pro Futsal League 2020 dengan kemenangan. Mereka sukses menundukkan DB Asia 35 dengan skor tipis 2-1 pada Sabtu (4/1), dan BJL 2000 lewat skor 4-1 pada Minggu (5/1).

Dua kemenangan tersebut membawa Giga mulai merangsek ke papan atas. Mereka kini sudah mengantungi sembilan poin dari empat pertandingan, dan hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen sementara Black Steel FC Manokwari.

Meski begitu, pelatih Giga Wahyudin ‘Kocoy’ belum puas dengan performa keseluruhan timnya. Dia merasa masih ada beberapa hal, yang harus diperbaiki untuk pekan berikutnya. Salah satu yang paling disoroti adalah perihal kondisi fisik para pemain.

“Jika melihat dari performa mereka, yang seharusnya selama kita persiapan, sebenarnya dari segi hasil kita bersyukur,” ujar mantan asisten pelatih timnas futsal Indonesia tersebut. “Tetapi untuk performa yang maksimal, seperti yang teman-teman wartawan lihat, masalah di kami itu konsistensi.

“Jikalau bicara liga kan kita bicara masalah konsisten. Kita bisa berhasil meraih poin sempurna sekarang, belum tentu di seri berikutnya kita bisa melakukan itu. Itu [konsistensi] yang seharusnya kita jaga.

“Kita kritisi juga masalah fisik dari teman-teman [pemain], karena selama persiapan kita lebih banyak fokus di Pra-PON Lampung. Setelah gagal [lolos PON 2020], kita lebih fokus di Giga. Jadi, kita agak telat untuk masalah kondisi fisik. Itu yang perlu kita kejar.”

Selain fisik, masalah lain yang disoroti oleh Kocoy adalah penyelesaian akhir. Giga sebenarnya memiliki banyak peluang saat menghadapi DB Asia 35 dan BJL 2000, tetapi gagalnya penyelesaian akhir membuat mereka sempat beberapa kali ada dalam posisi tertekan.

Mereka harus bisa segera mengatasi masalah tersebut, karena pada pekan selanjutnya akan menghadapi dua pesaing untuk zona final four, yaitu Black Steel dan Halus FC. Beruntung bagi Giga, mulai kompaknya para pemain baru membuat pekerjaan rumah staf pelatih sedikit berkurang.

“Kondisi fisik itu kan berpengaruh besar, karena kalo fisik mereka sudah menurun, maka otomatis penampilan akan turun juga, dan berakibat fatalnya justru ada di finishing touch,” tambah mantan pelatih Cosmo FC itu.

“Memang itu PR kita dari pertandingan kemarin [melawan DB Asia 35]. Memang ada perubahan hari ini, tapi tidak signifikan. Itu yang juga akan kita perbaiki untuk seri ketiga.

“Masalah waktu saja [untuk membangun chemistry]. Kami persiapan juga pendek, cuma punya waktu persiapan dari Oktober, sedangkan ada beberapa pemain baru yang memang butuh adaptasi.

“Terutama pemain yang memang baru satu kali di liga seperti Hasriyadi, tapi saya sudah melakukan pendekatan ke dia, dan ada beberapa pemain yang merasa puas dengan pencapaian di tahun sebelumnya, padahal pencapaian sebelumnya hanya bertahan. Mindset itu harus kita ubah.”

Baca juga:
5 Kunci Kesuksesan BJL 2000 Cosmo Semarang
BJL 2000 Cosmo Semarang sukses memastikan diri lolos ke babak Final Four Profesional Futsal League (PFL)...
Menang 5-1, Pelatih Black Steel Puji Pertahanan BJL 2000
Oleh: Regi Adam Gunawan Setelah menumpaskan BJL 2000 Semarang dengan skor 5-1 pada laga pembuka di...
Magis Diego Rodrigo di Amongrogo
Oleh : Rheza Pradita Pemain asing baru Black Steel FC Manokwari, Diego Rodrigo Fonseca de Menezes,...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password