Tiga Tipe Penjaga Gawang Futsal Modern

Tiga Tipe Penjaga Gawang Futsal Modern

Seorang pelatih bisa memilih penjaga gawang berdasarkan gaya main yang mereka inginkan.

Futsal terus berevolusi seiring dengan berkembangnya zaman. Hal ini bisa kita lihat dari strategi di lapangan yang terus mengalami kemajuan. Permainan menjadi kian kompleks, sehingga para pelatih pun harus menyiapkan pemainnya untuk bisa menguasai berbagai peran.

Salah satu posisi yang mengalami pergeseran peran adalah penjaga gawang. Para benteng terakhir pertahanan bukan hanya dituntut untuk bisa mengamankan gawang, tetapi juga menjadi orang pertama yang membangunkan serangan.

Oleh karena itu, kita bisa melihat semakin banyak tipe penjaga gawang dalam olahraga lima lawan lima ini. Pelatih pun semakin leluasa untuk menentukan penjaga gawang berdasarkan kebutuhan taktik mereka masing-masing.

Secara garis besar ada tiga tipe penjaga gawang futsal, yaitu defensive goalkeeper,sweeper goalkeeper, dan offensive goalkeeper.Setiap peran memiliki keunggulan masing-masing, yang dapat dimaksimalkan dengan gaya main tertentu.

Berikut ini penjelasan singkat serta plus-minus dari ketiga tipe penjaga gawang tersebut:

  • Defensive Goalkeeper

Ini merupakan tipe kiper yang mayoritas waktunya di lapangan dihabiskan di dalam circle. Mereka memiliki refleks yang baik, dan penempatan posisi yang efektif. Mereka biasanya tidak terlalu baik memainkan bola dengan kaki, tetapi memiliki distribusi lemparan yang mumpuni.

Tipe penjaga gawang ini efektif digunakan oleh tim dengan penguasaan bola minim. Mereka biasanya akan menggunakan garis pertahanan rendah, dan menutup tujuan umpan ke tiang dua. Hal tersebut akan memaksa lawan untuk melakukan tembakan dari jarak jauh, yang menjadi makanan empuk bagi penjaga gawang.

Defensive Goalkeeper memang jarang menarik perhatian penonton. Akan tetapi, mereka merupakan yang terbaik dalam urusan menghentinkan tendangan lawan. Tugas simpel yang dimiliki penjaga gawang dengan tipe ini, membuat mereka bisa semakin fokus dengan tugasnya.

Contoh: Mostafa Nazari

  • Sweeper Goalkeeper
FIFA.com

Istilah ini mungkin lebih terkenal digunakan di sepakbola. Namun, tugas sweeper goalkeeper di futsal lebih berat. Lapangan yang lebih kecil membuat intensitas pertandingan menjadi lebih tinggi. Penjaga gawang pun harus bisa lebih cepat dalam mengambil keputusan.

Para penjaga gawang dengan tipe sweeper bukan hanya bertugas mengamankan gawang, tetapi juga memotong bola dalam situasi serangan balik. Mereka biasanya memiliki kemampuan distribusi bola dengan kaki dan tangan sama baik, karena akan menghabiskan banyak waktu di luar circle.

Mereka akan cocok bermain bersama tim dengan gaya bertahan high-press. Garis pertahanan tinggi yang digunakan akan menyisakan celah di belakang orang terakhir, yang harus ditutupi oleh penjaga gawang. Kemampuan gerak kaki yang cepat juga membuat mereka lebih ideal untuk mengatasi serangan balik dan bola ke tiang dua.

Contoh: Stefano Mammarella

  • Offensive Goalkeeper

Offensive goalkeeper merupakan upgrade dari tipe sebelumnya. Mereka bukan hanya membangun serangan, tetapi menjadi bagian penting dari serangan itu sendiri. Kemunculan penjaga gawang offensive menjadi bentuk nyata dari perkembangan futsal modern.

Para penjaga gawang dengan tipe ini harus memiliki kemampuan olah bola yang setara dengan para pemain outfield. Mereka pun harus memiliki kecepatan tinggi, sehingga bisa segera kembali ke gawang saat tim kehilangan bola.

Mereka biasanya digunakan oleh para tim yang memiliki penguasaan bola tinggi. Kehadiran penjaga gawang dalam membangun serangan diharapkan dapat menciptakan overload di area lawan. Offensive Goalkeeper juga membuat stategi powerplay semakin cair, karena tidak perlu melakukan pergantian pemain.

Contoh: Leo Higuita

Lost Password