Terima Kasih, Bang Bonsu!

Terima Kasih, Bang Bonsu!

Di saat tulisan ini dibuat, hampir 24 jam telah berlalu sejak kepergian Bang Bonsu. Walaupun demikian, kata-kata dibenak kita agaknya tetap sama: “masih tidak percaya”

Banyak yang menyebutkan Bang Bonsu menemui akhir yang baik. Ia berpulang kembali kepada Sang Pencipta, Allah SWT, di bulan yg mulia, di akhir hari yg mulia.

Selain itu, Abang (sapaan akrab Bang Bonsu) mengisi momen-momen terakhir dalam hidupnya, melakukan kegiatan yang dicintainya: bermain futsal – olahraga yang selama hampir 15 tahun terakhir menemani jalan hidupnya.

Karir pria asal Medan ini berawal di Bandung sebagai pemain saat membela Universitas Kebangsaan dan klub Dalka Fusion.

Sebagai pemain, Bang Bonsu adalah tipikal pemain yang lincah, cerdas dan berjiwa petarung dan pemimpin.

Kemampuan dan kepemimpinannya membuat Bang Bonsu disegani dan dihormati oleh pelaku futsal di kota kembang. Tak lama, beliaupun mulai mendapatkan tawaran melatih dari beberapa klub.

Di posisi barunya inilah kehadiran, kebaikan, manfaat dan kualitas Bang Bonsu mulai terasa banyak orang, termasuk saya.

Bang Bonsu adalah orang pertama yang mengajak saya bermain futsal di level tertinggi. Saya tidak akan lupa satu malam di bulan Mei 2009, saat saya menerima telepon dari pelatih muda tersebut yang mengajak saya untuk bergabung dengan tim Futsal 35 di turnamen nasional Piala Jusuf Kalla. Dibawah asuhannya, kami berhasil menjuarai turnamen tersebut.

Abang lalu diajak bergabung dengan klub BiangBola. Dia pun mengajak beberapa pemain muda Bandung untuk bergabung. Itu menjadi pengalaman tak ternilai bagi kami dan membuka jalur karir kami di futsal profesional.

Buat saya, Bang Bonsu adalah salah satu orang paling berjasa dalam perjalanan futsal saya. Tapi saya tidak sendirian. Saya hanya satu dari puluhan, mungkin ratusan, pelaku futsal yang merasa berhutang jasa kepada Bang Bonsu dan kebaikannya.

Sepanjang karirnya sebagai pelatih, dari waktunya bersama Dalka, Futsal 35, UKI, Vamos dan juga klub dan komunitas futsal lainnya, Bang Bonsu banyak memberi kontribusi baik kepada pemain, rekan pelatih, pendukung dan juga awak media seperti Futsal Zone.

Reaksi di sosial media adalah bukti bagaimana ilmu, kepribadian dan kontribusi Bang Bonsu begitu membekas di hati kita semua. Juga menjadi bukti bagaimana besarnya apresiasi kita terhadap dedikasi dan kebaikannya, walaupun tak pernah terucap dari mulut kita.

Di hati dan benak semua pencinta futsal di Indonesia, sosok Bang Bonsu akan terpatri abadi sebagai salah satu pelatih terbaik. Terbaik dr segi kepribadian, tapi juga dari segi prestasi.

Selama berkiprah di liga profesional, Bang Bonsu telah menjadi runner up Pro Futsal League 2018 (Pelatih Kepala Vamos), juara Pro Futsal League 2018 (Asisten Pelatih Vamos), juara Pro Futsal League 2019 (Asisten Pelatih Vamos).

Bang Bonsu sudah berpulang, dan kita akan kangen dengan semangatnya, candanya, gayanya dan semua kebaikannya.

Tapi ada orang-orang terdekatnya yang pasti merasakan kehilangan yang lebih mendalam.

Kepada Pak Ari, para pelatih dan pemain Vamos, kami turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya. Dan lebih lagi, kepada keluarga Bang Bonsu, istri tercintanya, teh Ani. Semoga diberikan kesabaran dan ketabahan di masa yang sulit ini.

Sejatinya, Bang Bonsu bukan milik insan futsal, dan bukan pula milik keluarganya. Ia milik Penciptanya, Allah SWT, dan Allah menghendaki Abang kembali.

Kita doakan semoga Allah meridhoi Bang Bonsu, dan mengampuni kesalahan-kesalahannya.

Tugas tambahan kita adalah melakutkan perjuangan Bang Bonsu, untuk menginspirasi generasi muda, memberi mereka peluang untuk bisa mengembangkan diri, khususnya dalam olahraga yang kita cintai ini.

Penulis merupakan founder Futsal Zone yang sempat bermain dibawah asuhan Coach Bonsu di klub Futsal 35 Bandung dan Biangbola.

Lost Password