Tepatkah Anak Muda di Tim Raksasa?

Tepatkah Anak Muda di Tim Raksasa?

Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas Indonesia)

Gelaran akbar kompetisi futsal level tertinggi di Indonesia sudah dimulai. Genderang perang sudah di tabuhkan, ada hasil yang sesuai prediksi dan ada juga hasil di luar prediksi. Ini terjadi karena kekuatan yang sudah merata antar sesama tim peserta Liga Futsal Indonesia yang setiap tahun semakin  baik, hingga pada akhirya tangan dingin pelatihlah yang menentukan hasil pertandingan.

Tetapi ada satu hal yang membuat saya penasaran pada liga tahun ini, hal itu adalah beberapa anak muda yang secara mengejutkan bisa tembus dalam skuad yang terbilang diisi oleh nama – nama mentereng yang selalu menghiasi Timnasional Futsal Indonesia. Anak – anak muda ini diambil dari berbagai kompetisi SMA atau Mahasiswa. Tetapi apakah tepat jika anak muda tersebut memilih tim dengan diisi segudang nama – nama besar didalamnya?!

Memang tidak ada yang salah jika tim raksasa yang diisi segudang pemain – pemain berprestasi berminat kepada seorang pemain muda, tetapi sebaiknya pemain itu memikirkan dan menyingkirkan ego jiwa mudanya, apakah dia akan dapat menit bermain yang banyak di tim tersebut? Pemain muda seharusnya jangan pernah takut untuk tidak mendapatkan tim lain, karena yang dia butuhkan adalah menit bermain bukan tim besar. Tidak perlu di tim besar untuk jadi pemain yang ‘besar’.

Mungkin banyak yang tidak tau jika Ardiansyah Runtuboy pertama kali datang dikompetisi tertinggi futsal ini adalah untuk FC Libido Bandung. Bocah 17 tahun itu diambil dari SMAN 4 Jayapura untuk masuk kedalam skuad FC Libido Bandung, skuad yang diiisi oleh nama – nama besar di futsal Indonesia. Tetapi sayang, berlian itu tidak terlihat begitu menarik diantara para berlian yang sudah berkilau. Ardi (sapaan akrab saya ke runtuboy) tertutup oleh Bayu Saptaji dan Fandi Permana kala itu, lantas ia masuk kedalam skuad Fc Pingdus Surabaya yang masih dalam satu manajemen dengan Fc Libido dan tampil ‘menggila’ selama musim kompetisi lalu matang bersama Timnasional.

Foto: @fikriuntung

Hal yang hampir sama terjadi pada Fikri Untung musim ini, sempat jadi bagian bahkan penentu atas juaranya Vamos Mataram dikompetisi My Futsal International Tournament (MFIT) 2017. Dirinya justru dipinjamkan ke Mataram Fc guna mendapatkan menit bermain yang layak, langkah yang menurut saya tepat telah dilakukan oleh menejemen dan para staff pelatih. Ada beberapa nama anak muda lain yang berhasil tembus di tim raksasa tahun ini, hal ini membuat saya penasaran untuk kelanjutan karirnya. Tepatkah?

Jika saya diperkenanankan memberi saran untuk para anak muda yang merajut mimpi ingin bermain dengan tim impiannya coba pikirkan lagi, apa tujuan kamu masuk di tim tersebut?! Jika kalian hanya ingin mendapat status sosial dikalangan futsal dan lingkunganmu maka kalian salah besar. Dude! Menit bermain yang kurang lalu hilang dimusim kedua. Tetapi jika kalian ingin belajar banyak menurut saya carilah tim yang bisa memberikanmu menit bermain yang banyak. Karena yang kamu butuhkan adalah kepercayaan bukan kesempatan, jika kamu diberi kesempatan tapi kurang maksimal menunujukannya maka sulit bagi kalian untuk diberi kesempatan lagi. Tetapi jika pelatih sudah percaya kepadamu maka kesempatan – kesempatan itu akan terus diberikan kepada kalian. Bagaimana cara pelatih percaya kepadamu?

Menunjukan kemampuan dilatihan adalah hal kewajiban yang harus kalian lakukan, tetapi banyak anak muda yang sudah takut baru masuk lapangan karena melihat nama besar pemain lainnya. Takut salah passing, takut dimarahi pelatih adalah sebagian kecil hal yang membuat pemain muda sulit berkembang di tim raksasa. Kesuksesan berkompetisi dilevel usia belum tentu berhasil pula dilevel senior, banyak pemain yang sudah matang yang akan ditemui. Karena keberhasilan membutuhkan proses dan proses belum tentu cepat, karena sesungguhnya tidak ada yang instan untuk meraih kesuksesan.

Jadi sudah benarkah keputusanmu bermain di tim raksasa wahai anak muda?

Baca juga:
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Jangan Mau Jadi Kapten!
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...
Dari Indonesia Futsal League Sampai Pro Futsal League
Liga futsal Indonesia atau Pro Futsal League (PFL) telah bergulir hingga saat ini. PFL merupakan kelanjutan...
Peranan Penting Supporter Untuk Pemain
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Tifosi Baskhara, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password