Skuad Juara Vamos Mataram 2017, Dimana Mereka Sekarang?

Skuad Juara Vamos Mataram 2017, Dimana Mereka Sekarang?

Mayoritas pemain sudah hengkang dari Vamos, beberapa bahkan sudah tidak main di PFL.

Vamos FC Mataram berhasil merajai Pro Futsal League (PFL) selama tiga musim terakhir. Mereka sukses menyapu bersih gelar juara, yang membuat mereka bersanding bersama Electric PLN dan IPC Pelindo II sebagai tim tersukses sepanjang sejarah futsal Indonesia.

Akan tetapi, musim 2017 akan selalu jadi yang paling spesial bagi para Semeton Vamos. Pada musim itu, klub asal Lombok tersebut berhasil meraih gelar perdana di kasta tertinggi futsal Indonesia.

Mereka sukses mengalahkan Permata Indah Manokwari lewat skor telak 8-3 pada partai yang final yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (14/5). Gelar tersebut sekaligus menjadi pelipur lara, setelah kalah adu penalti dari Black Steel FC Manokwari pada final musim sebelumnya.

Namun, tidak semua pemain Vamos musim tersebut mampu jaga eksistensi di level profesional. Beberapa mampu jaga performa di level tertinggi, sedangkan beberapa pemain sudah tidak lagi bermain di PFL, karena sejumlah alasan berbeda.

Kami sudah menulusuri kiprah 19 pemain Vamos, setelah meraih gelar juara pada 2017. Dimana mereka sekarang?

M. Nazil Purnama

Nazil bertahan di Vamos, dan kembali meraih gelar juara pada PFL 2018. Penampilan gemilang di level klub juga membuat dia beberapa kali mendapat panggilan tim nasional.

Pada musim 2019, Nazil hengkang ke Bintang Timur Surabaya (BTS) bersama sejumlah pemain Vamos lain. Namun, dia gagal menemukan konsistensi di tim asal Jawa Timur tersebut. Posisinya sebagai penjaga gawang utama bahkan sempat digeser pemain muda, Rizky Prima Ariansyah.

Bambang Bayu Saptaji

Pemain yang identik dengan nomor 12 ini juga bertahan di Vamos untuk musim 2018. Akan tetapi, dia tidak memperpanjang kontrak jelang AFC Futsal Club Championship 2018 bersama beberapa pemain lain.

Jelang musim 2019, Bayu memutuskan untuk bergabung dengan Halus FC Jakarta agar bisa lebih dekat dengan keluarga. Dia pun berambisi untuk menjadikan Halus kekuatan baru futsal Indonesia. Sayangnya, Bayu gagal membawa tim ibukota tersebut lolos ke babak final four dalam dua musim terakhir.

Nur Ali

Hanya setengah musim bersama Vamos di musim 2018, Ali bergabung dengan Mataram FC pada putaran kedua. Dia pun berhasil membawa tim satelit Vamos itu selamat dari degradasi. Namun, itu jadi keikutsertaan terakhir mantan flank timnas itu di PFL. Akankah dia kembali bermain musim depan?

Ilham Ramadhyan Putra

Pria yang akrab disapa Uta ini secara mengejutkan hengkang ke Mataram jelang musim 2018. Padahal, saat itu dia masih berstatus sebagai kapten Vamos. Meski begitu, Uta tetap mampu bersinar bersama para pemain muda Mataram.

Penampilan gemilang bersama Mataram membuat Pelindo merekrutnya pada 2019. Dia kini masih bergabung bersama tim pelabuhan tersebut, meski jam bermain mulai berkurang dengan kedatangan sejumlah pemain yang lebih muda.

Sunny Rizki Suhendra

Sunny didaulat sebagai kapten Vamos untuk musim 2018. Dia pun sukses pertahankan gelar pada musim yang sama. 2018 juga jadi tahun yang spesial bagi Sunny, karena dia didapuk sebagai kapten timnas oleh pelatih Kensuke Takahashi.

Akan tetapi, pemain asal Depok itu memutuskan untuk bergabung dengan BTS pada musim berikutnya. Sunny lebih banyak menepi, karena cedera lutut yang dideritanya pada musim pertama bersama BTS. Kini, dia sudah kembali bermain reguler dan mulai menemukan kembali permainan terbaiknya.

Nico Pernando

Nico harus mengakhiri tiga tahun kebersamaannya dengan Vamos, dan bergabung dengan APK Samarinda pada PFL 2018. Dia tidak mampu berbuat banyak untuk menolong tim tersebut dari jurang degradasi.

Sempat absen semusim, Nico bergabung dengan MAS Young Rior Luwu Utara jelang musim 2020. Dia hanya bertahan selama setengah musim, dan harus rela diganti oleh nama baru pada bursa transfer pertengahan musim.

Syahidansyah Lubis

Dari skuad juara 2017, Syahid menjadi satu-satunya pemain yang belum meninggalkan Vamos. Pemain asal Medan tersebut tercatat sudah enam tahun bermain bersama Vamos. Loyalitasnya bersama tim asal Lombok itu membuat dia kini berstatus sebagai kapten tim.

Syahid bukan saja menjadi andalan Vamos di liga. Dia juga sudah tiga kali memperkuat Vamos di ajang AFC Futsal Club Championship. Konsistensi tersebut yang membuat dirinya selalu mendapat panggilan ke pemusatan latihan timnas.

Reza Yamani

Tidak mendapatkan banyak peran di Vamos, Reza memutuskan hengkang ke BTS pada musim 2018. Dua musim bersama tim asal Kota Pahlawan, Reza tak kunjung temukan sentuhan terbaik. Hal tersebut membuat dia harus rela kehilangan satu slot di timnas senior.

Pemain asal Palembang itu pun memutuskan bergabung dengan Cosmo FC Jakarta jelang musim 2020, dan bereuni dengan pelatih Deni Handoyo. Meski belum terlalu signifkan, perlahan dia mulai menemukan bentuk permainan terbaik.

Oggy Atman

Tak mendapat banyak jam bermain, Oggy memutuskan kembali ke Mataram FC untuk musim 2018. Namun, sekali lagi dia gagal untuk mendapat waktu main reguler. Kali ini dia kalah bersaing dengan beberapa pemain muda asal Bandung yang baru direkrut Mataram. Dua musim terakhir dia absen dari gelaran PFL.

M. Iqbal Rahmatullah Iskandar

Iqbal bertahan di Vamos pada musim 2018, dan berhasil meraih ­back to back gelar pemain terbaik PFL. Nama pemain asal Bogor itu pun semakin harum, usai menjadi bintang baru timnas di bawah asuhan Kensuke.

Sudah meraih segalanya bersama Vamos, Iqbal memutuskan untuk mencari tantangan baru pada musim berikutnya. Pada musim pertama, Iqbal gagal membawa BTS lolos ke final four. Musim ini, tentu dia berharap timnya mampu amankan satu tiket tersisa ke final four.

Ali Abedin

Sejak datang pada pertengahan musim 2017, King Ali selalu memperkuat Vamos setiap musim. Meski begitu, dia sempat memperkuat beberapa tim Iran selama kompetisi di Indonesia libur. Hal itu pula yang membuatnya sempat gagal memperkuat Vamos pada AFC Futsal Club Championship 2018.

 Uniknya, dia selalu datang pada bursa transfer pertengahan musim. Pemain asal Iran ini seakan jadi joker Vamos untuk bisa memenangkan liga tiap tahunnya. Namun, musim ini mungkin akan lebih sulit karena dominasi Vamos tidak seperti tiga musim sebelumnya.

Gora Wahyu Darma Saputra

Gora bertahan sebagai kiper ketiga Vamos untuk musim 2018. Dia bahkan sempat didaftarkan pada ajang antar-klub Asia 2018. Gora gagal mengamankan kontrak baru untuk musim 2019, dan hingga kini belum kembali ke PFL.

Ardy Dwi Suwardy

Ardy ‘Jawa’ jadi salah satu pemain yang performanya turun sejak juara pada 2017. Pemain yang akrab disapa Jawa ini bergabung dengan My Futsal Cosmo pada 2018, dan Devina Kamiada semusim setelahnya. Bersama dua tim tersebut, Ardy gagal melaju ke final four.

Pada musim 2020, pemain yang terkenal dengan tendangan kerasnya ini pun berlabuh ke Mutiara FC Surabaya. Hanya bertahan selama setengah musim, dia kembali  ke kota asalnya untuk memperkuat DB Asia 35. Tetapi, Jawa tidak mampu berkontribusi banyak bersama 35, dan harus rela merasakan degradasi untuk pertama kalinya.

Khalid El Hattach

Usai juara bersama Vamos, Khalid memperkuat Permata Indah Manokwari di AFF Futsal Club 2017. Khalid pun memutuskan bergabung dengan SKN FC Kebumen untuk musim 2018, dan berhasil meraih gelar runner-up.

Dia bertahan bersama SKN untuk musim berikutnya, tapi kali ini hanya raih peringkat ketiga. Pemain asal Belanda ini sempat bergabung dengan klub Belgia KK Malle-Beerse, sebelum akhirnya merapat ke BTS untuk musim 2020.

Denny Saputra

Denny kembali ke Mataram FC untuk mendapat menit bermain lebih banyak pada PFL 2018. Namun sama seperti Oggy, dia tidak banyak berkembang sepanjang musim. Denny pun sudah absen selama dua musim di PFL.

Andri Kustiawan

Pivot asal Bandung ini bertahan di Vamos, dan jalani musim 2018 yang luar biasa. Bukan hanya meraih gelar juara, dia juga raih gelar topskor ketiganya lewat catatan 27 gol dalam semusim. Itu jadi rekor jumlah gol terbanyak dalam semusim di liga futsal Indonesia sejak 2009.

Pemain yang akrab dipanggil Andrew ini memutuskan pindah ke BTS pada musim 2019. Dia kembali meraih gelar pencetak gol terbanyak, namun kali ini timnya gagal ke final four. Musim ini, dia kembali berpeluang meraih gelar topskor, sekaligus bawa BTS bersaing memperebutkan gelar juara.

Andriyana Ekayana

Pemain berjulukan The Sniper ini sempat memperkuat Permata di AFF Futsal Club 2017. Namun, jelang liga bergulir dia menerima sodoran kontrak dari Giga FC Kota Metro. Bersama tim asal Lampung itu Andriyana telah bertahan selama tiga musim. Akan tetapi, sejauh ini dia belum bisa kembali ke babak final four.

Satrio Julio

Cedera retak tangan membuat Satrio gagal membela Vamos di AFC Futsal Club 2017. Dia pun tidak menandatangani perpanjangan kontrak untuk musim berikutnya. Satrio bergabung bersama Dekings Bogor FC pada putaran kedua PFL 2018. Itu pun jadi penampilan terakhirnya di liga kasta tertinggi.

Ismail

Ismail ‘Macil’ sebenarnya hanya masuk skuad Vamos hingga pertengahan musim 2017. Posisinya digantikan Khalid karena menderita cedera panjang. Dia bergabung dengan Dekings pada musim 2018, dan mulai kembali menemukan performa terbaik.

Macil tetap bertahan, meski tim tersebut berganti nama menjadi Halus. Sayangnya, cedera kembali menderanya pada musim 2019. Kembali mendapat tempat utama pada 2020, Macil akhirnya hengkang ke Giga pada bursa transfer tengah musim.

Lost Password