Rahmat Arsyad Dan Beda Sudut Pandang Terhadap Dirinya

Rahmat Arsyad Dan Beda Sudut Pandang Terhadap Dirinya

Oleh: Annasa Fajar Gumilang

Pro Futsal League (PFL) 2018 telah menyelesaikan putaran pertamanya. Persaingan ketat tim-tim yang berlaga pada musim ini membuat liga semakin kompetitif dan seru. Sayang, saking kompetitifnya PFL 2018 sempat diwarnai kejadian tak mengenakan kala Derby Manokwari di seri Makassar, Sabtu (10/2).

Keseruan pertandingan Derby Manokwari yang mempertemukan Permata Indah dan Blacksteel sempat diwarnai kericuhan. Kejadian itu dipicu saat Pemain Marcelino Waroy (Permata Indah) dikartu merah wasit karena dianggap menyikut Ardiansyah Runtuboy. Singkat cerita, keadaan lapangan menjadi chaos. Para pemain Permata Indah yang selama pertandingan bermain cukup keras mendapat sorotan tajam dari para penonton, tak terkecuali Rahmat Arsyad.

Rahmat Arsyad merupakan kapten tim Permata Indah dari musim lalu. Kejadian melawan Blacksteel membuat ia semakin disudutkan para penonton khususnya yang menyaksikan langsung dilapangan. Kata-kata negatif hingga cibiran ‘huu’ yang iaterima tidak sedikit terdengar, bahkan cukup sering. Tak hanya di lapangan pertandingan, di akun media sosial pun Rahmat sering mendapat komentar negatif. Padahal jika kita melihat keseluruhan pertandingan Rahmat bermain cukup baik. Saat kejadian pun ia yang paling repot menenangkan rekan-rekannya agar tetap fokus pertandingan.

Nyatanya Rahmat tak terlalu memikirkan apa yang telah ia dan timnya terima. Seperti yang ia bagikan pada akun media sosial, Rahmat tidak mau ambil pusing soal itu.

“Kalian tetap keluarga, saudara, sahabat di tim ini, apapun kejadiannya. Biarkan mereka bilang apa saja ke tim kita ini,” Tulisnya.

Yang menjadi pertanyaan mengapa pemain asal Makassar itu selalu mendapat pandangan negatif? Padahal ia merupakan salah satu pemain atau pivot terbaik Indonesia saat ini. Berangkat dari kepala dingin, rasanya tidak mungkin Rahmat yang selalu berada di tim besar Indonesia tak mempunyai kelebihan khusus. Mari kita ulas.

1. Kemampuan Individu Yang Baik.
Seperti apa yang sudah dikatakan diatas, Rahmat merupakan salah satu pemain terbaik Indonesia saat ini. Beberapa musim bermain di Liga Professional rasanya tak perlu diragukan lagi kemampuannya.
Rahmat merupakan Pivot modern saat ini. Ia tak hanya menjadi tembok pemantul untuk rekan timnya, tapi ia juga merupakan pemain ‘stylish’ yang memiliki kemampuan individu baik. Mantan pemain Pinky Boys Makassar ini sangat kuat dalam penguasaan bola, sangat baik dalam mengatur ritme permainan, dan memiliki Instinc mencetak goal yang baik. Bukti peran vitalnya adalah membawa tim Permata finish peringkat 2 PFL musim lalu.

2. Leader Kepercayaan Pelatih
Kita pasti sudah mengetahui bahwa Rahmat merupakan kapten Permata Indah Manokwari sejak musim lalu. Terlepas dari sifat emosional dan temperamennya ia selalu mendapatkan kepercayaan lebih dari setiap pelatih yang menanganinya.
Tak hanya di timnya saat ini, pemain kidal itu sudah menjadi kapten sejak ia masih meniti karier di tim asal Makassar yang membesarkan namanya, Pinkyboys. Tak perlu diragukan, para pelatih timnya percaya bahwa Rahmat bisa menjadi barisan paling depan memimpin rekan-rekannya.

3. Role Model Pemain Lain
Konsiten dengan apa yang ia lakukan, tak merubah karakter individu, dan humble di luar lapang membuat ia cukup diidolai oleh pemain Indonesia. Contohnya adalah Subhan Faidasa (Blacksteel).
Kita tahu, kini Subhan adalah pemain potensial Tim Nasional Indonesia. Secara terang-terangan Subhan pada akun Instagramnya mengatakan bahwa ia mengidolakan pemain yang sama-sama berposisi sebagai Pivot ini.
“Tukeran jersey sama idola. Dari beberapa taun lalu belakang udah merhatiin cara mainnya. Sama-sama suka pake no 7, sama-sama kidal, sama-sama pivot,” tulis Subhan pada akun instagram: subhanfaidasa.

4. Loyalitas Putra Daerah
Untuk urusan kesetiaan, Rahmat yang selalu membawa nama Makassar dikancah nasional patut diacungi jempol. Sumbangsih putra asli Sulawesi untuk kemajuan Futsal khususnya Makassar cukup besar.
Sejak awal berkarir Rahmat selalu bermain untuk tim Makassar. Memang saat ini ia bermain untuk Permata Indah yang notabene berasal dari Manokwari. Tapi Permata Indah merupakan tim yang merger dengan Pinkyboys tim asli dari Makassar. Loyalitas Rahmat bisa memberi inspirasi putra daerah untuk berani maju menggapai mimpinya.

Kita harus lebih pintar dalam memandang, Rahmat tak cuma sekedar bahan cemoohan, lebih dari itu sisi positif yang ia beri untuk futsal Indonesia juga banyak. Kritik boleh asal membangun, hindari hate speech. Mari kita apresiasi!

Semangat terus, Capt!!

Foto: @rahmatarsyadnh

Baca juga:
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Batel dan Citra: Peran Media Sosial untuk Pemain Futsal Profesional
Oleh: Muhammad Ainurfalah Gelaran Pro Futsal League 2018 hampir memasuki pertengahan musim, Vamos...
Pay-Team: Fenomena Jual-Beli Tim di Liga Pro Indonesia
Oleh: Alhimni Rushdi Februari 2016 menjadi bulan yang membahagiakan bagi sebagian masyarakat Indonesia,...
Rio Pangestu: Dari PON Hingga Calon Bintang Masa Depan Futsal Indonesia
Pro Futsal League (PFL) 2017 tengah bergulir sejak 4-5 Februari  2017 lalu. Persaingan sudah mulai sengit...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password