PFL 2017: Kancil BBK Kalsel: Tiru FC Pingdus Atau Black Steel?

PFL 2017: Kancil BBK Kalsel: Tiru FC Pingdus Atau Black Steel?

Gelaran Pro Futsal League (PFL) 2017 semakin seru dan kompetitif, khususnya pada grup B. Pada awal musim 2017, grup B diprediksi akan menjadi milik dua finalis tahun lalu antara Vamos FC Mataram dan Black Steel Manokwari, dan grup B akan terasa hambar. Prediksi itu kini melenceng dengan tampil impresifnya Bintang Timur Surabaya (BTS) yang menjadi pemuncak klasement, wajar mengingat BTS dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman.

Yang mengejutkan adalah penampilan luar biasa dari tim promosi Kancil BBK Pontianak, tanpa diduga mereka kini menduduki peringkat kedua klasement sementara mengungguli Vamos FC dan Black Steel. Persaingan menuju babak final four-pun semakin seru dengan jarak point yang sangat dekar. Grup B yang ditinggal absen FC Libido Bandung dan Electric PLN Jakarta tetap menyuguhkan tontonan menarik.

Kesuksesan Kancil BBK tampil lepas hampir disemua laga berkat semangat juang dari para pemain muda yang ada diskuat mereka. Pemain-pemain seperti Wahid Setiawan, Bima Febrian, Syahril Riyanto dan Samuel Eko tampil cukup maksimal pada debut liga Profesionalnya. Mereka membuktikan bahwa pemain-pemain daerah sangat bisa bersaing dengan pemain-pemain di seluruh Indonesia.

Namun apakah semangat juang pemain muda cukup untuk lolos ke Final Four?

Pada musim 2015, futsal Indonesia dikejutkan dengan tim debutan asal Surabaya, FC Pingdus. FC Pingdus yang ditangan pelatih berpengalaman Andri Irawan juga dihuni oleh pemain-pemain muda seperti Gery Jopesh, Gusti Dian dan Ardiansyah Runtuboy. Diawal musim mereka menghuni papan atas klasement dengan mengatasi tim sekelas Electric PLN dan FC Libido Bandung. Namun akibat terkendala mental, mereka akhirnya gagal meraih tiket final four. Persis dengan kondisi Kancil BBK musim ini dengan mengejutkan persaingan menduduki dua besar klasement.

Berbeda dengan FC Pingdus Surabaya yang gagal lolos Final Four, Musim 2016 lalu Black Steel yang dihuni pemain-pemain daerah asal Papua Barat berhasil menyingkirkan IPC Pelindo II untuk perebutan tiket Final Four. Bahkan secara mengejutkan tim asuhan Sayan Karmadi meraih gelar juara dengan mengalahkan Vamos FC yang dihuni pemain kelas 1 futsal Indonesia. Black Steel kala itu tampil konsisten dengan mental juara yang terus berkembang.

Tentu ini menjadi pekerjaan berat Coach Naim Hamid untuk menjaga mentalitas dan motivasi pemain-pemain Kancil BBK agar tidak merasa terbuai dengan pencapaiannya saat ini. Wahid Setiawan cs. kini tinggal memilih berjuang menjaga mentalitas dan lolos Final Four seperti Black Steel atau terbebani hingga gagal lolos seperti FC Pingdus Surabaya? Kita lihat nanti.

Annasa Fajar Gumilang

Baca juga:
Rapor Tim Top Four Seri 1 Wilayah Barat
Delapan tim wilayah Barat Pro Futsal League (PFL) 2016, sudah mulai unjuk kekuatan. Dalam pertandingan...
Empat Hal Menarik Pro Futsal League 2016
Pro Futsal League (PFL) 2016 tinggal menghitung waktu. Kabarnya, kompetisi tertinggi futsal Indonesia...
Lolos Final Four, Ini Fakta Menarik Black Steel
Black Steel Manokwari berhasil lolos ke babak Final Four Pro Futsal League (PFL) 2016, setelah dengan...
Jelang PFL 2016: Mengukur Kekuatan Tim Promosi (2)
  Ada yang berbeda dengan Liga Pro tahun ini dengan gelaran pada tahun sebelumnya. Pada gelaran...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password