Pernah Jadi Atlet Voli, Cerita Citra Adisti Sebelum Jaga Gawang Timnas Futsal Putri

Pernah Jadi Atlet Voli, Cerita Citra Adisti Sebelum Jaga Gawang Timnas Futsal Putri

Oleh: Muhammad Ainurfalah

Citra Adisti tidak menyangka, ternyata takdirnya berada di bawah mistar gawang timnas Futsal Putri. Padahal, wanita yang akan menginjak usia 28 tahun ini mengawali karir di dunia olahraga sebagai atlet voli.

Awal mula Citra terjun ke dunia futsal pun cukup unik. Saat itu, Citra bercerita, dirinya sedang dalam status sebagai pemain Pemusatan Pelaihan Daerah (Pleatda) voli Banten. Suatu hari selepas latihan bersama timnya, Citra kerap menunggu temannya yang memang pemain futsal.

Dari situ, Citra mulai diajak temannya itu untuk bermain futsal. “Daripada lo nunggu gue, mending lo ikut sekalian aja,” kata Citra menirukan ucapan temannya. Melihat Citra, pelatih futsal temannya itu meminta dirinya menjadi seorang penjaga gawang.

“Pelatihnya bilang, ‘lo kan atlet voli jadi reaksi tangannya bagus, lo jadi kiper aja’,” tutur dia.

Berawal dari cerita tahun 2009 lalu itu membuat Citra dipercaya menjaga gawang di beberapa klub. Mulai dari Alin FC, lalu AMFC Angels, sampai akhirnya merapat ke Jaya Kencana Angels. Nama klub terakhir pun jadi sumber prestasi Citra sekaligus awal mula wanita murah senyum ini sebagai pemain Liga Profesional.

Bersama Jaya Kencana Angels selama 7 tahun, Citra berhasil menorehkan beberapa prestasi. Terutama saat JK Angels menjadi juara Liga Pro 2016, di mana Citra juga menjadi pemain terbaik. Raihan gemilang itu pun langsung diikuti dengan prestasi di level Asia saat JK Angels menjuarai Turnamen AFF Women Club.

Dan baru-baru ini, Citra telah menyelesaikan proses kepindahannya menuju Kebumen Angels, setelah 7 tahun membela Jaya Kencana.

Sampai akhirnya, Citra menjadi langganan timnas Futsal Putri Indonesia, bersama Anggi, Maulina dan Rani, Citra selalu menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Indonesia. Walaupun ia sempat memikirkan untuk berhenti bermain, namun motivasi ia murni untuk membela timnas Indonesia.

“Dulu pernah mikir udahan aja main futsal di timnas, beberapa kali gagal. Allah bicara lain, akhirnya dapat perunggu SEA Games. Alhamdulillah,” ungkap Citra bersyukur.

Berkaca dari kesuksesannya, Citra menuturkan bahwa untuk menjadi penjaga gawang bukanlah hal yang mudah. “Ternyata susah, susah banget, ga segampang yang dipikirkann orang,” ujarnya.

Dia pun tidak lupa mengucap terima kasih kepada pelatih yang paling berjasa dalam karirnya. Dengan nada suara bergetar, penjaga gawang yang mengidolakan Suphawut Thuenklang menuturkan, “Sebenernya saya kehilangan dua pelatih nih, tapi kalau yang paling berjasa ya Ritha Madubun. Tapi setelah itu ada bang Kur juga almarhum yang ngajak saya ke JK Angels.”

Menutup pembicaraan, Citra memberikan saran untuk para pemain muda yang ingin bertahan lama di futsal untuk memiliki mental yang baik dan tidak pantang menyerah. “Semua pemain ada masanya, kalau kita berhenti sekarang, kita gak akan sampai pada puncaknya,” pungkas Citra.

Tetap semangat Kakak Idola! Doa kami menyertaimu!

Baca juga:
Harapan Besar Donzol untuk Tim Daerah
Futsal di Indonesia semakin banyak penggemar, kompetisi demi kompetisi banyak digelar dari level amatir...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Yos Adi Wicaksono : Catatan Manis Seorang Legenda
Oleh Muhammad Ainurfallah Yos Adi Wicaksono, yang biasa kita kenal dengan sapaan akrab Yaw, resmi...
7 Mitos Ini Sering Kita Temui di Dunia Futsal
Fenomena mitos di Indonesia tak hanya terjadi di lingkungan sehari-hari. Juga tak melulu berkaitan erat...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password