Peranan Penting Supporter Untuk Pemain

Peranan Penting Supporter Untuk Pemain

Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Tifosi Baskhara, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas Indonesia)

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran suporter adalah salah satu hal terpenting yang ada didalam suatu pertandingan olahraga. Teriakan, nyanyian serta tarian adalah perpaduan yang indah untuk dinikmati oleh mata kita di dalam stadion dan dapat menjadi hiburan selama pertandingan berlangsung. Dapat dibayangkan jika suatu pertandingan tidak dihadiri oleh para suporter, begitu hambar seperti sayur tanpa garam.

Banyak yang menyebutkan bahwa suporter adalah pemain ke 12 di sepakbola, teriakan dan nyanyiannya bagaikan suntikan energi baru bagi para pemain yang bertanding dilapangan. Rasa lelah seakan tak pernah ada jika mendengar teriakan para suporter yang mendukung, justru semangat membara semakin berkobar demi sebuah kehormatan dan kebanggaan untuk hadiah mereka yang sudah datang serta mendukung tim kesayangan.

Membakar Semangat

Baru – baru ini dunia Futsal Indonesia digemparkan dengan antusiasme warga pontianak untuk menyaksikan gelaran akbar kompetisi futsal dengan level tertinggi di Indonesia. Membludaknya penonton yang hadir di GOR Pangsuma, kurang lebih 3000’an orang datang menyaksikan Kancil BBK dan mendukung langsung tim kebanggaan Kota Pontianak itu. Wajar memang karena untuk pertama kalinya Pontianak mendapat jatah menjadi tuan rumah Indonesia Futsal League (IFL) 2018, dan kesempatan itu datang berbarengan dengan antusiasme dan rasa ingin belajar yang tinggi oleh warga Pontianak terhadap olahraga futsal.

Pada tahun 2013 saya merasakan sendiri, kala itu saya bermain untuk Tifosi Baskhara Surabaya di Surabaya. Tidak ada rasa lelah yang dirasakan, dukungan para suporter membuat kaki ini ingin terus berlari dan secepat mungkin untuk mencetak gol. Semangat juang naik menjadi dua kali lipat untuk memenangkan pertandingan, serasa tidak ikhlas jika para suporter yang telah datangtidak kami kasih hadiah kemenangan.

Momok Bagi Musuh Tuan Rumah

Berat memang berhadapan dengan tuan rumah yang didukung oleh ribuan suporter. Selama berkarir di futsal saya sudah merasakan melawan FC Libido Bandung di Bandung dan Mataram FC di Mataram. Rasa gugup selalu ada ketika di ruang ganti. Teriakan dan nyanyian para suporter seperti bisa menembus dinding dan kaca lalu masuk ketelinga kami para pemain yang sedang berada di ruang ganti seakan mengatakan “kalian tidak hanya melawan tim kami (tuan rumah), tetapi kalian juga melawan kami (para suporter) yang hadir di dalam GOR”. Kaki ini masih berasa ringan ketika berada ditengah lapangan, tetapi semakin memberat ketika berada mendekati penonton. Meskipun saya selalu berusaha tenang menghadapi situasi ini tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa nyanyian dan dukungan para suporter ini bisa menyerang mental pemain.

Saya selalu katakan kepada pemain untuk tidak menghiraukan teriakan – teriakan para suporter, tetapi banyak pemain yang sudah kalah hanya dengan para suporter. Dukungan mereka seakan membuat saya beserta tim menjadi kaku dan panik ketika diserang dan selalu merasa tertekan sepanjang pertandingan. Banyak karakter suporter yang saya lihat selama berkarir di dunia futsal maupun sepakbola, ada yang menggebu – gebu meneriaki kita, ada yang tetap memanggil nama kita walaupun saya dan dia berbeda tim. Tetapi rivalitas itu hanya selama 2 x 20 menit, diluar pertandingan mereka menghampiri saya untuk sekedar meminta foto bersama sambil sesekali bertanya bahkan ada beberapa suporter yang sampai mencari tau keberadaan hotel pemain untuk memberikan makanan atau foto karena ia tidak kebagian berfoto bersama di Gor.

Jaga Kualitas Pertandingan

Sungguh senang selama berkarir di Liga Futsal Indonesia, melihat kreatifitas para suporter memang patut diacungi jempol dan mereka melakukan apapun demi mendukung timnya, tetapi tak elok rasanya jika kita memuji tanpa adanya perbaikan. Kalimat – kalimat rasis, perkelahian antara suporter dan pemain serta lemparan botol kedalam lapangan masih menghiasi pertandingan futsal. Kita memang tidak bisa menyalahkan oknum suporter sepenuhnya, terkadang aksi provokasi dari pemain bisa memancing kemarahan para suporter. Disinilah kedewasaan antara pemain dan suporter dikedepankan untuk bisa saling menghargai satu sama lain, sulit dan butuh waktu yang lama untuk terciptanya situasi seperti ini apalagi tensi pertandingan yang tinggi terkadang membuat beberapa orang lepas kontrol untuk berekspresi.

Jadi marilah kita sama – sama menjaga kualitas suatu pertandingan agar tetap bisa dinikmati oleh mata. Berkreatifislah, mendukunglah dan bernyanyilah wahai para suporter. Karena kalianlah kami bersemangat berlari  mencari sebuah kemenangan!

Baca juga:
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Jangan Mau Jadi Kapten!
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...
Dari Indonesia Futsal League Sampai Pro Futsal League
Liga futsal Indonesia atau Pro Futsal League (PFL) telah bergulir hingga saat ini. PFL merupakan kelanjutan...
Rapor Tim Top Four Seri 1 Wilayah Barat
Delapan tim wilayah Barat Pro Futsal League (PFL) 2016, sudah mulai unjuk kekuatan. Dalam pertandingan...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password