Pelatih Itu Sok Tau!

Pelatih Itu Sok Tau!

Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas Indonesia)

Di Indonesia (Futsal khususnya) sesungguhnya banyak pelatih yang sangat kompeten, berbekal dari pengalamannya sebagai pemain liga pro atau tim nasional lalu dilanjutkan dengan menimba ilmu sampai level AFC adalah modal yang sangat baik untuk memulai karir sebagai pelatih.

Pengalaman yang diimbangi dengan ilmu adalah perpaduan dan modal yang jitu untuk menuju kesuksesan, pengalamannya sebagai pemain bisa mengontrol ruang ganti bahkan menyelesaikan masalah individu per individu dengan ukuran yang tepat, itu membuat jarak antara pemaindan pelatih tidak terlalu jauh. Dengan semua ilmu yang didapatakan menambah charisma dan aura sebagai seorang pemimpin karena ialah orang yang bertanggung jawab terhadap keutuhan dan hasil tim.

Pelatih memiliki tugas yang sangat berat karena harus melihat segala hal dari dua sudut pandang, yakni sebagai pelatih dan sebagai pemain. Ia harus tau apakah taktik yang ingin di terapkan sesuai dengan SDM (sumber daya manusia).yamg ia miliki. Tetapi hal tersebut terkadang tidak seirama dengan apa yang pemain inginkan.

Di futsal jika diambil rata-rata umur pemain yang bermain liga pro yaitu setelah lulus kuliah yakni 23 – 25 tahun. Dengan umur ini kita sudah banyak menimba ilmu dari berbagai macam pelatih dan inilah salah satu faktor penyebab sulitnya pemain berkembang dan respect dengan pelatihnya.

Kenapa saya simpulkan seperti itu?

Sudah banyak saya dengar ketika pemain memberikan informasi yang tidak baik kepada orang di luar timnya bahwa pelatihnya kurang baik dan tidak menyesuaikan karakter bermain dengan dirinya. Jangan jadikan kegagalanmu masuk ke dalam skuad menjadi senjata untuk menyerang pelatihmu. Akuilah jika memang dirimu sulit mengikuti taktik yang terus berkembang setiap tahunnya.

Dan yang buat saya sedih, ungkapan itu pernah keluar dari seorang pemain tim nasional. Saya tidak akan menyebutkan nama untuk menjaga kerahasiaan cerita ini.

Tapi poinnya adalah sebanyak apapun pelatih yang sudah melatih dan mengajarkan, kita harus mengosongkan isi kepala ketika mendapatkan pelatihbaru di karir kita. Layaknya gelas yang sudah penuh terisi air maka ketika air baru akan masuk maka simpanlah air tersebut di gelas yang berbeda agar air tersebut bisa masuk dan kembali memenuhi gelasnya. Karena setiap pelatih akan memiliki cara melatih yang berbeda – beda. Itu dilakukan agar materi yang diberikan, cara bermain yang ingin dibangun, selaras dan berjalan bersamaan demi mencapai apa yang diharapkan kedua belah pihak.

Percayalah pelatih ingin yang terbaik untuk tim dan diri kita, ia jauh lebih tau dan berpengalaman dari kita, ia tau apa yang dilakukannya. Pengalaman kita memang banyak sebagai pemain tapi mereka (pelatih) yang menimba ilmu kepelatiahan, pagi hingga malam ia pikirkan hanya untuk mendapatkan 3 poin yang bahkan ketika kita dapatkan pun sudah kita lupakan ketika hari berganti. Tetapi tidak dengan pelatih, itu akan menjadikan bahan evaluasinya untuk pertandingan selanjutnya demi hasil yang memuaskan, demi tim, demi pemain dan demi pemilik tim yang sudah banyak mengeluarkan uang.

Sekarang pertanyaannya, yang sok tau itu pelatih atau EGOMU?! Bijaklah…

Baca juga:
Jangan Mau Jadi Kapten!
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Dari Indonesia Futsal League Sampai Pro Futsal League
Liga futsal Indonesia atau Pro Futsal League (PFL) telah bergulir hingga saat ini. PFL merupakan kelanjutan...
Tepatkah Anak Muda di Tim Raksasa?
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password