5 Cidera Yang Sering Terjadi Pada Pemain Futsal

5 Cidera Yang Sering Terjadi Pada Pemain Futsal

Oleh: Windya Puspa Faradisa

Olahraga futsal, layaknya olahraga high impact lainnya, tidak terpisahkan dari terjadinya cidera.

Dikarenakan lapangan yang kecil dan konfrontasi yang cukup sering terjadi, pemain futsal sering melakukan teknik dengan kecepatan tinggi bersamaan dengan perubahan posisi tubuh. Ini bisa mengakitbatkan berbagai macam cidera jika pemain tidak melakukan persiapan yang baik untuk melakukan teknik ataupun karena benturan luar.

Nah, cidera apa saja yang sering terjadi pada pemain futsal? Yuk kita bahas.

Sendi Ankle

Ankle menjadi bagian sendi di tubuh manusia yang paling penting karena menanggung seluruh beban tubuh. Buruknya karakteristik biomekanik anatomi seperti stabilitas dan otot yang lemah menjadikan ankle menjadi sendi yang paling mudah terkena cidera. Sebanyak 47.4% kejadian cidera terjadi pada ankle, yaitu sprain ankle, atau cidera yang terjadi pada bagian luar ligament sendi ankle.

Pinggang

Pinggang merupakan penghubung antara tubuh bagian atas dan bawah. Pinggang menanggung beban besar melalui latihan. Berdasarkan survey, sebanyak 34.6% pemain futsal mengalami cidera pinggang. Cidera yang sering terjadi lumbar muscle strain yang diakibatkan latihan yang berlebihan, sehingga otot di sekitar pinggang melakukan kontraksi statis secara terus menerus yang mengakibatkan kelelahan otot.

Sendi Lutut

Seringkali sendi lutut selalu berada posisi sedikit menekuk untuk mempertahankan gravitasi tubuh, sehingga menopang beban tubuh yang sangat besar saat kompetisi, yg menyebabkan mudahnya terkena cidera. Cidera meniscus lutut merupakan cidera terbanyak, dengan 22.7% kejadian di pemain futsal. Cidera ini terjadi karena pemain futsal ketika bermain dapat berhenti tiba-tiba ketika berlari atau menggiring bola, atau terjadinya rotasi lutut tanpa disadari oleh pemain. Selain itu, kondisi lapangan futsal yang keras mengurangi efek buffering. 7.8% cidera ligament lutut, seperti robeknya ACL, PCL, MCL, ataupun LCL.

Tungkai bawah

Cidera tungkai bawah pada pemain futsal merupakan cidera yang umum terjadi. Sebanyak 13.6% pemain mengalami cidera ibu jari kaki dan strain otot panggul, 12.1% strain otot quadriceps, 4.5% terjadi kontusio (trauma tumpul) otot dan patah tulang.

Tangan

Cidera pada tangan biasanya terjadi pada penjaga gawang. Sebanyak 4.5% penjaga gawang mengalami kontusio pada pergelangan tangan, 3% terjadi dislokasi pada bahu, dan 1.5% cidera pada otot. Dikarenan tendangan yang kuat serta kecepatan tinggi, penjaga gawang yang selalu menggunakan tangannya sering mengalami akibatnya. Faktor lainnya adalah dikarenakan landing (pendaratan) ke permukaan yang keras, sehingga dapat menyebabkan patah tulang maupun dislokasi pada bahu.

Sekarang sudah tau kan cidera apa saja yang bisa terkena pada pemain futsal?

Untuk mencegah cidera tersebut, diperlukan postur tubuh yang baik, warm-up exercises yang cukup, latihan penguatan pada otot, latihan kekuatan fisik yang cukup, stretching sebelum kompetisi, gunakan pelindung bila dibutuhkan dan yang tidak kalah penting adalah pilih sepatu yang nyaman dan proper untuk kakimu.

Artikel ini dipersembahkan oleh Physio Optimal.

 

 

Lost Password