Memahami Makna dan Manfaat Stretching

Memahami Makna dan Manfaat Stretching

Olahraga bisa jadi salah satu pilihan untuk membugarkan sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Tapi, olahraga juga bisa jadi bumerang yang merusak tubuh, jika tidak dilakukan dengan benar.

Nah, jika ingin olahraga yang kita lakukan benar-benar memberikan manfaat yang baik, maka jangan lupakan stretching. Stretch berarti memanjangkan atau meregangkan. Dalam hal ini, stretching adalah gerakan untuk meregangkan otot.

Stretching pun tak bisa sembarangan. Untuk mengetahui manfaat dari stretching otot, yang pertama harus kita tahu adalah cara kerja otot. Pada saat bekerja atau berkontraksi, otot akan memendek dan pada saat istirahat otot akan memanjang.

Ketika kita melakukan olahraga dibutuhkan kemampuan otot untuk berkontraksi dan meregang yang baik. Sedangkan, setelah olahraga dibutuhkan peregangan yang sempurna pada otot untuk menghindari terjadi ketegangan otot yang justru menimbulkan rasa nyeri.

Ada beberapa tipe stretching, namun kita biasanya hanya disarankan untuk melakukan dua jenis stretching yaitu dinamic stretching dan static stretching. Selain gampang dilakukan, kedua stretching ini cukup aman untuk dilakukan oleh siapa pun.

Kedua jenis stretching tersebut memiliki perbedaan waktu penerapannya. Dimana dinamic stretching dilakukan sebelum berolahraga dan biasanya dimasukkan kedalam tahapan warming up. Sedangkan static stretching lebih disarankan untuk dilakukan setelah fase pendinginan atau cooling down. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh tujuan dan manfaat yang dihasilkan oleh keduanya.

Dinamic stretching dipercaya dapat meningkatkan kemampuan gerak fungsional tubuh. Yang mana menurut beberapa penelitian, melakukan dinamic stretching yang dipadukan dengan warming up dapat meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot saat latihan. Dengan melakukan dinamic stretching sebelum berolahraga, resiko cidera juga akan menurun dikarenakan akan terjadi peningkatan keseimbangan. Selain beberapa hal tersebut di atas, dinamic stretching sebelum aktifitas olahraga juga terbukti mampu meningkatkan kelincahan dan kecepatan reaksi.

Sedangkan static stretching, justru tidak disarankan untuk dilakukan sebelum melakukan aktifitas olahraga. Menurut beberapa teori mengatakan bahwa static stretching dapat memberikan efek rileksasi. Serta static stretching juga diyakini mampu menurunkan aktifitas motor unit dan penurunan sensitifitas refleks. Sehingga static stretching tidak cocok dilakukan pada saat akan memulai aktifitas olahraga dan sangat disarankan untuk dilakukan setelahnya.

foto: drinkcocopro.com

Juanda Idzhar

Presented by @phsysiopreneur

Baca juga:
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Nyeri Otot Saat Futsal? Ini Solusinya
Pernahkah kamu merasa sakit badan seletah bermain futsal? Bisa jadi kamu mengalami nyeri otot. Nyeri...
Tiga Tipe Pemain Flank Menurut Futsal Zone Indonesia
Oleh: Hasbi   Setiap pemain Futsal memiliki gaya bermain berbeda-beda, termasuk flank. Maka dari...
Jangan Mau Jadi Kapten!
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password