Magis Diego Rodrigo di Amongrogo

Magis Diego Rodrigo di Amongrogo

Pemain asing baru Black Steel FC Manokwari, Diego Rodrigo Fonseca de Menezes, berhasil menjadi bintang lapangan selama pekan kedua grup A Pro Futsal League (PFL) 2020, 4-5 Januari, di GOR Amongrogo Yogyakarta. Pemain berusia 34 tahun tersebut berhasil mencetak lima gol dari dua pertandingan, termasuk hat-trick saat menghadapi DB Asia 35, Minggu (5/1).

Diego memang bukan pemain sembarangan. Dia pernah memperkuat tim nasional Brasil pada periode 2015-16. Dia juga pernah memperkuat beberapa tim terbaik di Liga Nacional de Futsal (LNF), kasta tertinggi liga futsal di Brasil, seperti Cascavel, Jaragua, Pato Futsal, dan Magnus Futsal.

Selama empat musim terakhir di LNF, Diego sukses catatkan 28 gol dari 76 pertandingan. Pemain berposisi pivot itu juga sempat merasakan gelar runner-up bersama Falcao pada 2016, ketika masih memperkuat Magnus.

Meski tampil mengesankan, Diego sebenarnya belum berada dalam kondisi terbaiknya. Rakphol Sainetngam, pelatih Black Steel, mengaku hanya ingin memperkenalkan Diego kepada publik Indonesia selama seri Yogyakarta.

“Sekarang Diego belum 100 persen, baru 80-90 persen, tapi saya ingin memperkenalkan Indonesia dengan Diego, dan pemain seperti apa dia,” ujar Hamee, sapaan akrabnya, usai laga menghadapi BJL 2000 FC.

Proses adaptasi pemain kelahiran Santo Andre itu memang tergolong cepat. Dia baru diperkenalkan kepada publik pada 15 November 2019, atau tiga pekan sebelum pekan pertama PFL 2020 diselenggarakan. Muhammad Albagir, kiper Black Steel, pun merasa tidak kesulitan untuk melakukan komunikasi di dalam lapangan.

“Kalo mengenai adaptasi mungkin kita satu bahasa futsal ya, tidak ada adaptasi yang terlalu sulit, kecuali tentang detail mungkin kita juga belajar dari dia,” ujar pemain berusia 22 tahun tersebut.

Performa gemilang Diego bukan hanya menyihir publik Amongrogo, tetapi juga para lawan yang dihadapi. Pelatih DB Asia 35, Julinur Hafid, secara khusus memuji penampilan pemain asal Brasil tersebut saat menghadapi timnya. Menurut Julinur, Diego mampu menunjukkan permainan futsal cerdas kepada publik Indonesia.

“Diego saya lihat secara fisik mungkin dia tidak maksimal, tetapi dia bermain dengan pintar sekali,” ujar mantan pemain timnas tersebut kepada wartawan.

“Dia bermain dengan efektif, simpel, dan memang menusuk. Dia bisa mengancam dengan passing, mengancam dengan pergerakan, dan dengan finishing. Padahal dia tidak terlalu banyak berlari-lari.”

Selain Diego, sebenarnya Black Steel masih memiliki pemain asing lain, yaitu Henrique da Cunha Elgart. Di Maria, panggilan akrabnya, merupakan salah satu punggawa Pato, yang baru saja menjuarai LNF 2019. Akan tetapi, pemain berposisi Flank itu belum melakukan debut, karena terganjal administrasi. Dia diharapkan sudah bisa bermain pada pekan ketiga, 18-19 Januari, di GOR Ciracas Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password