Liga Futsal Nusantara, Opsi Klub Futsal Non Pro Menjadi Profesional

Liga Futsal Nusantara, Opsi Klub Futsal Non Pro Menjadi Profesional

Klub Futsal kamu mau ikut pentas kompetisi futsal tertinggi kedua di Indonesia? Gampang, kamu daftar aja di Liga Futsal Nusantara dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Masuk ke inti pembahasan, Pro Futsal League atau Liga Futsal Indonesia adalah liga futsal kasta yang paling tertinggi. Sistem Liga Futsal Indonesia yang sekarang ini terbagi menjadi dua grup.

Satu grup berisi delapan tim dan tuan rumah akan diatur oleh pihak penyelenggara. Jadi, sistemnya bukan home away, melainkan putaran pertama dan kedua. Karena rata-rata klub futsal Indonesia belum punya home base sendiri.

Dulu, sebelum futsal Indonesia seramai sekarang, yang ikut serta Liga Futsal Indonesia hanya enam tim. Indonesia Futsal League (IFL) yang merupakan nama liga futsal Indonesia pertama kali yang digelar oleh Badan Futsal Nasional (sebelum berubah menjadi Federasi Futsal Indonesia) yang dibawahi langsung oleh PSSI.

Sistem Liga Futsal Indonesia sama seperti liga – liga futsal lainnya menggunakan sistem promosi dan degradasi. Namun, di Indonesia punya cara berbeda, bagaimana cara hadirnya tim promosi masuk ke liga kasta tertinggi?

Caranya adalah ikut serta di Liga Futsal Nusantara. Linus merupakan kompetisi futsal kasta kedua Indonesia yang diselenggarakan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI). Kompetisi ini terbentuk dan dimulai pada tahun 2015.

Seluruh klub futsal Indonesia boleh berpartisipasi di Linus. Masing-masing klub akan berpartisipasi pada kompetisi yang berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pada babak nasional.

Satu klub futsal yang menjadi pemenang di masing-masing provinsi kemudian akan menjalani kompetisi grup di babak grup nasional, dengan keseluruhan 34 peserta terbagi ke dalam empat grup, masing-masing berisi delapan hingga sembilan peserta.

Jadi, ini bukan masuk sistem liga, melainkan sistem kompetisi atau turnamen jangka pendek. Alur Liga Futsal Indonesia dimulai dari Linus. Karena FFI belum pernah melakukan sistem kompetisi jangka panjang seperti PFL.

Berbeda dengan Liga Futsal di Spanyol dan Jepang. Mereka menjalankan dua liga pada satu musim. Liga Nacional menjadi liga kasta tertinggi, sedangkan Divisi Segunda adalah liga divisi kedua.

Rata-rata, klub futsal Spanyol bukan tim-tim yang berumur pendek. Berbeda dengan klub futsal Indonesia. Klub yang terpuruk kemudian terdegradasi otomatis akan bubar. Finansial masih menjadi permasalahan besar klub futsal Indonesia.

Karena banyak klub Futsal Indonesia yang promosi ke PFL terkendala dengan finansial. Hingga banyak isu penunggakan gaji pemain hingga akhirnya terdegrasi dan bubar seperti tertelan bumi.

Klub futsal Indonesia semua berhak ikut serta Linus. Hanya dengan syarat terdaftar sebagai klub Federasi Futsal Provinsi (FFP) dan berbadan hukum. Juga mampu mengikuti kompetisi sampai selesai.

Salah satu formulir pendaftaran klub peserta Linus

Tanpa persyaratan tim wajib mempunyai finansial jangka panjang asal berkomitmen mengikuti kompetisi sampai selesai. Sponsor adalah kendala besar seperti tim – tim non pro. Karena mayoritas tim terbentuk secara mendadak tanpa persiapan panjang.

Unik, itulah mengapa di futsal Indonesia masih banyak tim-tim mie instan alias tim baru terbentuk satu minggu. Rata-rata, peserta tim yang mengikuti Linus hanya sebagai formalitas semata untuk memenuhi kuota perwilayah.

Saran Terbaik Untuk Membangun Kompetisi Liga Futsal Pada Kasta Kedua

Lalu, bagaimana idealnya membangun kompetisi Liga Nusantara yang lebih baik? Bentuk Linus sama seperti sistem PFL dengan full kompetisi dua seri. 10 tim dirasa sangat cukup untuk meramaikan Linus dengan sistem liga. Jadi, dua liga akan berjalan secara bersamaan.

Lalu bagaimana untuk mengisi 10 slot peserta Linus? Caranya adalah disetiap AFP diwajibkan menggelar Liga Provinsi. Untuk persyaratan masuk Linus adalah menjuarai Liga Provinsi. Sedangkan untuk klub yang duduk diperingkat dua atau runner up akan mengikuti kualifikasi Linus. Klub-klub tersebut akan diadu antar provinsi.

Liga internal wilayah, atau Liga Provinsi bisa dianggap sebagai Liga kasta ketiga. Begitu dan seterusnya, jika ada klub linus yang terdegradasi akan kembali ke Liga Provinsi. Mengapa demikian harus ada Liga Provinsi? Karena Liga Provinsi adalah salah satu modal besar klub futsal untuk menuju klub yang profesional. Dengan adanya Liga Provinsi, mungkin juga bisa membantu klub-klub mendapatkan sebuah sponsor.

Namun, pertanyaannya apakah FFI mampu menjalankan dua liga dalam satu musim? Sponsor akan menjadi kendala besar. Mengapa harus ada dua liga? Karena untuk menghindari klub-klub instan yang terlahir secara mendadak. Jika Linus terbentuk dengan regulasi benar-benar seperti PFL akan terseleksi alam manakah tim yang akan bertahan dalam semusim bahkan sampai 3 musim kedepan.

Terakhir, regulasi Linus dibuat untuk tim usia dibawah 19 tahun dengan maksimal pemain berusia 23 tahun. Ini bakal melahirkan talenta-talenta muda di perfutsalan Indonesia. Apalagi, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takashi akan lebih leluasa melakukan scouting pemain yang diinginkannya.

Jadi untuk jenjang pemain muda menuju klub profesional akan terlihat secara jelas. Itu dimulai dari mengikuti kompetisi futsal antar SMA nasional seperti turnamen Hydro Coco Nasional Futsal, Pocari Futsal Championship, FFI U-20 Futsal Championship, Liga AFP Provinsi (Divisi Ketiga), Liga Futsal Nusantara (Divisi Kedua), dan kasta tertinggi PFL.

Harapannya, kepada klub-klub yang mengikuti Linus adalah klub yang sehat finansial jangka panjang. Klub-klub diharapkan bisa menyusun program jangka panjang, karena sponsor akan beriringan dengan konsistensi si klub tersebut. Semakin konsisten, maka sponsor makin percaya untuk melakukan investasi. Tentunya, harapan itu pasti ada karena sebagai pecinta futsal Indonesia, kami ingin melihat sebuah klub yang benar-benar menjadi klub profesional.

Sebut saja beberapa tim seperti IPC Pelindo II, Vamos Mataram, Blacksteel Manokwari, dan Bintang Timur Surabaya adalah salah satu klub yang bisa dikatakan klub yang memiliki finansial sehat. Ditambah, klub ini sangat berjenjang untuk menjadi klub profesional hingga mereka bisa berprestasi dan eksis berkompetisi di kelas Asia.

Suka nulis apa aja. Tulis langsung yang ada di kepalamu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password