Inilah Enam Pendatang Baru Terbaik PFL 2020 Versi Futsal Zone

Inilah Enam Pendatang Baru Terbaik PFL 2020 Versi Futsal Zone
Sederet pemain muda berhasil curi perhatian di tengah gempuran para pemain senior PFL 2020.

Musim reguler Pro Futsal League (PFL) 2020, yang masih menyisakan delapan laga grup B, harus mengalami penundaan akibat pandemi Corona. Meski begitu, kita sudah disuguhkan sejumlah sajian berkelas sepanjang musim ini.

Beberapa tim mendatangkan pemain asing kelas dunia dan pemain level timnas untuk memperbaiki kualitas tim. Sementara itu, beberapa tim memilih mengorbitkan para pemain muda berbakat. Walaupun tidak mudah, beberapa pemain pendatang baru berhasil mencuri perhatian.

Para pemain tersebut memang tidak langsung begitu saja terjun ke dunia futsal profesional. Mereka memiliki berbagai latar belakang berbeda, yang membuat tim-tim profesional melirik bakat mereka. Mulai dari pemain timnas level junior, pemain andalan universitas, hingga jebolan tim amatir daerah.

Akan tetapi, mereka memiliki satu kesamaan yaitu mampu tampil lepas pada musim perdana di liga profesional. Beberapa bahkan langsung menjadi tumpuan utama tim dalam mengarungi ketatnya PFL musim ini.

Berikut ini Futsalzone telah memilih enam ruki, istilah untuk pemain yang jalani musim perdana di level profesional, yang mampu tampil ciamik sepanjang PFL 2020.

  1. Abdussalam

Meski sudah tampil di banyak ajang bersama tim nasional U-20 sepanjang tahun lalu, Abdussalam baru berkesempatan cicipi PFL pada musim ini. Pemain asal Tangerang tersebut merupakan jebolan tim My Futsal FKM U20, yang berhasil melaju hingga ke final FFI U-20 Futsal Championship 2019.

Mendapat tawaran dari beberapa tim, Abdussalam pun memilih Halus FC untuk menjadi persinggahan pertamanya di PFL. Bersama jebolan timnas U-20 lainnya, Afif Rizky, dia diharapkan mampu menggantikan peran Aji Satria, Haviz Zein, dan Ali Nasrullah.

Keputusan perekrutan tersebut terbukti tepat. Kedua pemain tersebut sukses hidupkan sisi sayap tim asal Jakarta tersebut. Pergerakan eksplosif mereka bahkan beberapa kali jadi pembeda saat Halus alami kebuntuan.

Sepanjang musim 2020, Abduh berhasil catatkan dua gol. Dia mampu tampil percaya diri dan bersinar bersama Halus, yang tampil kurang memuaskan musim ini. Dia juga beberapa kali dipercaya oleh pelatih Wahyu Trianto untuk jadi kiper terbang dalam skema powerplay.

  1. Rizki Permana

Rizki Permana jadi bukti bahwa permata akan tetap bersinar di manapun dia berada. Meski Red Manguni Minahasa sepanjang musim berkutat di zona degradasi, Rizki mampu tunjukkan pesona lewat kemampuannya di depan gawang.

Sebelumnya, Rizki sudah tampil memukau kala bawa AXM Manado raih peringkat ketiga Liga Futsal Nusantara 2019, dan lolos ke PFL 2020. Dia juga sempat membela tim nasional Street Soccer Indonesia pada International Street Soccer Championship 2016, dan antarkan Kabupaten Bogor meraih medali emas pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018.

Kepercayaan pelatih Sayan Karmadi untuk merekrutnya ke Red Manguni pun berhasil dibayar tuntas. Pemain asal Bogor tersebut sudah ciptakan sembilan gol dalam 12 pertandingan. Torehan tersebut masih bisa bertambah pada seri terakhir di Kabupaten Bandung.

Penempatan posisi dan pergerakan tanpa bola jadi senjata utama Rizki. Dia tidak perlu melakukan banyak dribble untuk bisa mendapatkan peluang di depan gawang. Performa stabilnya selama musim ini membuat beberapa tim sudah mulai meliriknya untuk musim depan.

  1. Mochamad Junaedi

Junaidi memang sudah tampil gemilang sejak Liga Nusantara 2019, di mana dia membawa Jeck Kato meraih posisi runner-up. Akan tetapi, dia harus menunggu beberapa pertandingan untuk bisa menggeser Lucky Darmawan dari posisi penjaga gawang utama.

Kesempatan tersebut akhirnya datang pada seri kedua di GOR Amongrogo Yogyakarta. Dia berhasil bantu Jeck Kato menang 2-1 atas juara bertahan Vamos Mataram. Dia pun sukses jadi bintang lapangan lewat sejumlah penyelamatan gemilang. Puncaknya adalah saat dia membendung tendangan penalti kedua Anzar, saat laga menyisakan 35 detik.

Tubuh tinggi menjulang yang dimiliki The Big Jun memang menjadikannya sosok ideal di bawah mistar. Terkadang mahasiswa STIE Bhakti Pembangunan itu hanya perlu sedikit menggeser badan untuk melakukan blok. Selain itu, dia juga memiliki footwork yang cukup baik meski berperawakan besar.

Satu kekurangan Junaidi adalah kontrol emosi. Beberapa kali dia terlibat friksi, baik dengan pemain lawan maupun pengadil lapangan. Dia sempat mendapat larangan bertanding di dua pertandingan, usai dianggap melakukan protes berlebihan dan menolak bersalaman dengan wasit pada laga melawan Vamos di putaran kedua.

  1. Reza Gunawan

Bakat Reza sebenarnya mulai terendus pada 2015. Kala itu, dia berhasil antarkan SMA Plus Bina Bangsa Sejahtera Bogor meraih peringkat ketiga Grand Champion Pocari Sweat Futsal Championship. Sempat lama tak terdengar, pemain berposisi flank itu kembali bersinar saat membawa Kota Bogor meraih medali perunggu Porda Jabar 2018.

Penampilan Reza pun semakin matang pada 2019. Dia berhasil membantu DKI Jakarta meraih medali emas futsal Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas), dan Perbanas Institute menjadi juara Liga Mahasiswa Futsal Nationals. Rentetan capaian tersebut membuat Deny Handoyo, pelatih Cosmo FC, tertarik merekrutnya.

Kecepatan, ketenangan, dan etos kerja menjadi kelebihan yang membuat Reza mampu survive di PFL musim ini. Ketenangan di usia yang masih muda membuat dia langsung dipercaya tampil pada laga-laga penting. Kita tentu masih ingat aksi heroiknya saat ciptakan satu gol dan bawa Cosmo menang 4-3 atas Bintang Timur Surabaya pada pekan ketiga.

Musim ini, Reza sukses gelontorkan tujuh gol, sejumlah asis, dan beberapa aksi kunci bagi Cosmo. Dia juga masih berjuang untuk membawa Cosmo lolos ke babak final four. Mereka harus bisa memenangkan dua laga tersisa, dan berharap BTS meraih hasil negatif.

  1. Bagas Teguh Sutrisno

Satu lagi talenta muda yang muncul dari Porda Jabar 2018. Saat itu Bagas membela panji Kabupaten Bekasi. Meski gagal meraih medali, penampilan stabilnya sudah cukup untuk membawanya masuk ke dalam kerangka tim Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Kemampuannya pun mendapat atensi dari pelatih baru IPC Pelindo II Yos Adi Wicaksono. Dia menjadi satu dari enam pemain muda, yang didatangkan untuk membantu regenerasi di tubuh tim legendaris tersebut. Menariknya, hanya Bagas yang bukan merupakan alumni timnas U-20.

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta tersebut pun tidak butuh waktu lama untuk bisa mendapat waktu bermain reguler. Dia pun beberapa kali dipercaya untuk menjadi eksekutor penalti dan tendangan bebas tim, meski kalah berpengalaman dibanding pemain lain.

Sejauh ini, pemain jebolan Kapten Bekasi itu berhasil sudah lesakkan lima gol. Puncak penampilannya muncul pada pekan keenam di GOR Popki Cibubur. Dia berhasil cetak dua gol, dan salah satunya merupakan gol penyama kedudukan ke gawang BTS, yang dilesakkan hanya beberapa detik jelang laga bubar.

  1. Fahmi Misbah

Meski harus rela degradasi, DB Asia 35 berhasil orbitkan beberapa pemain muda ke PFL 2020. Salah satu yang paling konsisten adalah Fahmi Misbah. Diproyeksikan sebagai kiper pelapis, Fahmi secara mengejutkan mampu geser para pemain yang lebih senior.

Pada putaran pertama, Alumnus SMA Negeri 18 Bandung itu berhasil mencuri perhatian pelatih Julinur Hafid, dan menggeser mantan kiper BTS Roland Ginanjar. Dia juga membuat mantan kiper Electric PLN Kikin Bayu Nurrahman, yang didatangkan pada putaran kedua, lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.

Walaupun memiliki postur yang tidak terlalu tinggi, Fahmi mampu menutupi kekurangannya tersebut dengan kelincahan kaki. Dia juga cukup baik untuk menutup sudut tendangan lawan dalam posisi satu lawan satu.

Mantan punggawa Kota Bandung di Porda Jabar 2018 ini sukses memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan pelatih, baik ketika masih ditangani Julinur maupun Panca Pauji. Fahmi mungkin harus kecewa dengan performa tim secara kesuluruhan, tapi dia sudah selayaknya bangga dengan penampilannya musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password