Inilah Enam Pelatih Asing Yang Pernah Tangani Klub Pro Futsal League

Inilah Enam Pelatih Asing Yang Pernah Tangani Klub Pro Futsal League

Enam pelatih dari lima negara berbeda pernah rasakan sengitnya persaingan di kasta tertinggi futsal Indonesia.

Terdapat empat pelatih asing yang membesut klub Pro Futsal League (PFL) selama musim 2020. Ini menjadi catatan tertinggi selama gelaran PFL. Sebelumnya, tidak pernah ada lebih dari tiga pelatih asing dalam semusim.

Beberapa pelatih memang sudah berpengalamandengan atmosfer futsal Indonesia. Sementara itu, sebagian lagi merupakan pelatih yang coba mencari tantangan baru ke negeri ini.

Sejauh ini sudah ada enam pelatih asing yang pernah melatih di PFL. Mereka adalah Qusmaini Noor Rusli, Yori van der Torren, Reza Fallahzadeh, Hicham Benhammou, Rakphol Sainetngam, dan Alvaro Martinez Castillo.

Selain itu, Victor Hermans juga sempat didaftarkan sebagai pelatih Black Steel FC Manokwari pada musim 2018. Meski begitu, Vic hanya menjadi pelatih secara administratif, karena Yori saat itu gagal memenuhi persyaratan lisensi.

Berikut ini profil singkat para pelatih asing di PFL, yang sudah dirangkum Futsalzone:

  • Qusmaini Noor Rusli
Foto : Facebook/Qusmaini Noor Rusli

Qusmaini merupakan salah satu pelatih berpengalaman di kawasan Asia Tenggara. Dia tercatat sebagai pelatih asing pertama yang pernah menangani klub kasta futsal kasta tertinggi Indonesia. Mantan pelatih Melaka United ini juga merupakan pelatih pertama asal Malaysia yang menangani klub dan tim nasional di luar negeri.

Qusmaini pertama kali datang untuk menangan Brilyan pada 2012. Mantan pelatih Perak FA itu sempat hampir menangani BJL 2000 Semarang pada 2017, tetapi dia lebih memilih untuk fokus menangani tim nasional Brunei Darussalam.

Setelah itu, dia sempat mengisi beberapa coaching clinic di Indonesia, dan menukangi Rafhely FC di Liga Nusantara 2017. Pada akhir 2019, dia kembali mendapat kesempatan untuk kembali ke Indonesia. Kali ini untuk membesut klub promosi Bank Sumut Cabkor Medan.

  • Hicham Benhammou

Hicham pertama kali datang ke Indonesia pada putaran kedua PFL 2017. Saat itu, dia menggantikan posisi Deny Handoyo, yang posisinya digeser sebagai asisten pelatih. Hicham didatangkan dari klub Belanda, Groene Ster Vlissingen, yang sudah dilatihnya selama empat setengah musim.

Pelatih asal negeri kincir angin itu langsung mengukir sejarah dengan menjadi pelatih asing pertama yang menjuarai PFL. Dia sukses membawa Vamos juara, usai mengalahkan Permata Indah Manokwari 8-3 di final.

Setelah menjadi juara, Hicham kembali ke Belanda untuk menangani ZVV ‘T Knooppunt. Dia bahkan sempat membawa klub asal Amsterdam itu menembus babak elit (16 besar) Liga Champions UEFA 2017/18.

Hicham kembali ke Indonesia pada musim 2019. Kali ini, dia memulai petualangan baru bersama klub ambisius Bintang Timur Surabaya. Meski begitu, pada musim pertama bersama BTS pelatih berusia 34 tahun itu hanya bisa meraih peringkat keempat.

  • Reza Fallahzadeh
Instagram : Vamos Mataram

Meski bukan yang pertama, Reza merupakan pelatih asing paling sukses sepanjang sejarah PFL. Dia sudah dua kali membawa Vamos FC Mataram menjadi juara, yakni pada 2018 dan 2019. Pelatih berusia 43 tahun itu juga sempat dua kali membawa Vamos ke perempat-final AFC Futsal Club Championship.

Mantan pemain Esteghlal itu pertama kali datang ke Indonesia pada 2017. Kala itu, dia dipercaya untuk menangani Vamos pada AFC Futsal Club 2017. Meski gagal lolos, kontrak mantan pelatih Moghavemat Alborz itu diperpanjang untuk musim 2018.

Walaupun sempat tidak memperpanjang kontrak, Reza kembali ditunjuk untuk melatih Vamos pada pertengahan musim 2019. Dia sanggup memperbaiki performa tim, dan meraih gelar back-to-back. Usai juara, Reza kembali ke Iran untuk melatih Shahrdari Saveh.

  • Yori van der Torren
Ball Thai Image

Meski lahir di Belanda, Yori memiliki darah Indonesia dari sang ayah. Dia juga sudah tinggal dan membuka usaha di Sleman sejak 2012. Karir kepelatihan Yori dimulai bersama tim Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sleman pada tahun yang sama.

Kiprah Yori di PFL bermula pada awal 2017. Saat itu, dia membawa SFC Planet Yogyakarta menjuarai Liga Futsal Nusantara. Mantan pemain tim nasional junior Belanda itu pun melakoni debut di PFL pada musim 2017.

Tampil apik dengan mayoritas pemain muda, Yori direkrut Black Steel jelang musim 2018. Selama dua musim bersama tim asal Manokwari itu, raihan terbaik Yori adalah runner-up pada 2019. Saat ini, mantan asisten pelatih timnas Indonesia itu sudah memutuskan pensiun dari dunia futsal profesional.

  • Rakpol Sainetngam

Rakpol, atau yang akrab disapa Hamee, ditunjuk sebagai pelatih Black Steel jelang musim 2020 bergulir. Sebelumnya, dia sempat sepuluh musim menanganni raksasa Thailand Chonburi Bluewave.

Bersama Chonburi, Hamee sukses mempersembahkan tujuh gelar Liga Thailand, empat Piala FA Thailand, satu AFC Club Championship, dan satu AFF Club Championship. Indonesia pun jadi tantangan baru bagi Hamee, setelah sebelumnya menghabiskan karir di negeri gajah putih.

Pada musim perdana di PFL, Hamee mampu bawa Black Steel tampil trengginas. Tim PFL paling timur itu sukses catatkan 13 kemenangan dan 1 hasil imbang selama musim reguler, dan berhasil menyegel satu tiket di babak final four.

  • Alvaro Martinez Castillo

Alvaro jadi nama teranyar yang memutuskan untuk melatih di Indonesia. Dia dipercaya melatih SKN FC Kebumen sejak pertengahan 2019. Meski begitu, SKN bukan tim pertama Alvaro di Asia Tenggara. Sebelumnya, dia sempat menjabat sebagai asisten pelatih Thai Son Nam dan timnas Vietnam.

Kesempatan menangani SKN tentu tidak akan dilewatkan oleh Alvaro. Ini jadi kesempatan perdana bagi pria berusia 29 tahun tersebut untuk menjadi pelatih kepala sebuah tim. Selama di Vietnam, dia hanya menjadi tangan kanan pelatih Spanyol lain, Miguel Rodrigo.

Sejauh ini, karirnya di Indonesia berjalan lancar. Dia berhasil membawa skuad muda SKN menjadi juara grup B PFL, dengan masih menyisakan dua pertandingan. Pemilik lisensi A UEFA itu juga sanggup bawa SKN tidak terkalahkan sepanjang musim.

Lost Password