Inilah Deretan Kapten Muda di Pro Futsal League 2020

Inilah Deretan Kapten Muda di Pro Futsal League 2020
Oleh : Rheza Pratama

Meski belum berusia 23 tahun, tiga pemain ini mampu memegang jabatan sakral di dalam timnya masing-masing.

Jabatan kapten tim merupakan sesuatu yang sakral bagi sebagian besar orang. Kapten bukan hanya harus menjadi pemimpin di dalam lapangan, tetapi juga menjadi role model bagi para pemain lain di luar lapangan. Oleh karena itu, mayoritas tim memilih pemain paling senior sebagai kapten.

Hal tersebut dilakukan, karena biasanya para pemain senior memiliki jam terbang paling tinggi di antara pemain lain. Selain itu, mereka biasanya juga mampu merangkul tim secara keseluruhan.

Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku bagi tiga tim Pro Futsal League (PFL) 2020. Mereka berani menunjuk pemain yang masih berusia di bawah 23 tahun sebagai kapten. Keputusan tersebut tentu tidak diambil begitu saja. Meski masih berusia muda, para pemain yang ditunjuk memang sudah menjadi tumpuan di timnya masing-masing.

Lantas, siapa saja tiga pemain tersebut? Berikut ini tiga kapten muda di PFL 2020:

  1. Rio Pangestu Putra (22 tahun)

Nama Rio mulai mencuat ke permukaan pada akhir 2016. Kala itu, dia mampu membuat kejutan bersama Maluku Utara untuk meraih medali perak cabang futsal Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat. Setelah itu, dia menjalani debut PFL bersama Amanah Putra Kaltim (APK) Samarinda pada 2017.

Kariernya melesat ketika membela panji tim nasional U-20 pada AFC Championship U-20 2017 di Thailand. Penampilan gemilang membuatnya direkrut Black Steel FC Manokwari. Rio memperkuat Black Steel selama dua musim, dan turut mempersembahkan gelar runner-up PFL 2019. Dia juga mulai rutin mengisi satu slot pemain di timnas senior.

Musim ini, dia menjajal tantangan baru bersama SKN FC Kebumen. Meski berstatus pemain anyar, Rio langsung dipercaya pelatih Alvaro Martinez Castillo untuk mengisi jabatan kapten, yang belum terisi usai kepergian Fachri Reza ke Cosmo FC.

Bukan hanya menerima tanggung jawab baru, Rio juga mengalami pergeseran peran secara taktik. Dia kini lebih banyak mengisi posisi anchor, dan sering mengampil peran sebagai orang terakhir. Akan tetapi, dia masih memiliki kecepatan untuk bisa menghadirkan ancaman bagi lawan lewat skema serangan balik.

Pemain asal Depok tersebut pun tidak merasa terbebani dengan peran sebagai kapten. Dia merasa terbantu dengan komponen skuad, yang mayoritas diisi para pemain muda.

“Tidak ada beban sih [untuk menjadi kapten]. Justru kebanyakan pemain muda, jadi masih bisa diajak [menyelesaikan masalah] bersama. Tidak ada senioritas juga, sehingga bisa saling merangkul,” ujar alumni SMAN 5 Depok tersebut.

  1. Ardiansyah Nur (22 Tahun)

Satu lagi alumni timnas U-20 jilid pertama yang dipercaya menjadi kapten pada gelaran PFL 2019. Ardiasnyah mulai bermain di PFL pada 2017, ketika memperkuat Antam FC. Hanya bertahan selama semusim, dia hengkang ke Black Steel dan bertahan hingga saat ini.

Anca, sapaan akrabnya, musim ini ditunjuk oleh pelatih baru Rakphol Sainetngam untuk menjadi kapten Black Steel. Sebelumnya, jabatan tersebut diemban sang legenda klub Afdal, yang menit bermainnya mulai berkurang belakangan ini.

Sebagai pemain, Anca mengalami banyak metamorfosis selama dilatih Victor Hermans dan Yori van der Torren, baik di tim nasional maupun klub. Awalnya, pemain asal Makassar tersebut lebih banyak mengandalkan kecepatan, dan melakukan akselerasi dengan bola. Namun, dia kini mampu bermain lebih efektif dengan mengandalkan pergerakan cerdas.

Efektivitas Anca makin terlihat pada gelaran liga musim ini. Dia tidak banyak melakukan akselerasi, tetapi lebih banyak mengambil peran sebagai pembagi bola. Enam assist yang dibuat sejauh ini juga menjadikannya sebagai pencetak assist terbanyak sementara di liga.

Sebagai kapten, ketenangannya di lapangan memberi pengaruh besar bagi tim. Meski tidak banyak bicara, Anca mampu menyatukan tim yang diisi oleh gabungan antara pemain muda dan senior. Sejauh ini, dia mampu memimpin Black Steel untuk memuncaki klasemen grup A dengan koleksi 16 poin dari enam pertandingan.

  1. Aji Satria Pratama (21 tahun)

Secara pengalaman mungkin Aji masih kalah dari dua nama di atas. Akan tetapi, perannya bagi DB Asia 35 FC Bandung sangat sentral. Futsal 35 menderita dua kekalahan dan kebobolan 12 gol, ketika Aji absen pada seri pertama di GOR Mustika Blora, 7-8 Desember lalu.

Aji mulai dikenal publik Indonesia, ketika dia berhasil membawa SMAN 16 Bandung menjadi juara Hydro Coco National Futsal Tournament (HCNFT) 2016. Saat itu, dia bermain bersama Ramadhan Zidani dan Rizal Mustofha, yang saat ini juga sudah menembus liga profesional. Bukan hanya meraih gelar juara, dia juga berhasil meraih gelar pencetak gol terbanyak di turnamen tersebut.

Pemain asal Bandung tersebut mulai menjajal liga profesional pada 2018. Saat itu, Aji memperkuat tim promosi FKB DLS FC Banyumas. Meski gagal menyelamatkan FKB dari degradasi, penampilan gemilang selama musim tersebut membuatnya direkrut Halus FC Jakarta untuk putaran kedua PFL 2019.

Bersama Halus, Aji menjadi andalan di sektor flank. Nur Fitranto, pelatih Halus saat itu, mencoba memanfaatkan kecepatan Aji untuk memberi ancaman kepada para lawan. Dia juga dipercaya untuk menjadi kiper terbang, ketika tim asal Jakarta tersebut melancarkan powerplay.

Untuk musim 2020, mahasiswa Universitas Padjajaran itu memutuskan untuk membela klub asalnya Futsal 35. Pelatih Futsal 35, Julinur Hafid lebih banyak memainkan Aji di posisi anchor selama tiga pekan liga berjalan. Dia merasa sang pemain memiliki ketenangan dan visi yang mumpuni untuk menjaga ritme permainan tim.

“Sangat berpengaruh [kehadiran Aji di tim], karena Aji merupakan salah satu pemain andalan saya. Dia pemain yang bisa mengatur tempo permainan. Oleh karena itu, ketika dia bisa kembali bermain saya bersyukur sekali,” ujar Julinur, setelah Aji kembali bermain pada pekan kedua di Yogyakarta.

Baca juga:
Jangan Mau Jadi Kapten!
Oleh: Ivan Cahyadi (Ex Harimau Rawa Riau, Jaya Kencana United, Pingdus FC, Electric PLN dan Timnas...
Leo Higuita, Prototipe Sempurna Kiper Futsal Masa Depan
Oleh : Rheza Pradita Leo mampu mengubah persepsi kebanyakan orang mengenai tugas seorang kiper. Futsalplanet...
Inilah Enam Pendatang Baru Terbaik PFL 2020 Versi Futsal Zone
Oleh : Rheza Pradita Sederet pemain muda berhasil curi perhatian di tengah gempuran para pemain senior...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password