Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?

Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
  • Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka
  • Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS
  • Jadwal yang Cukup Menguntungkan Bagi Mental Bertanding Indonesia
  • PR yang Belum Terselesaikan : Menyikapi High Pressing Lawan
  • Set Piece yang Masih Belum Matang

Oleh: Alhimni Rusdi

Turnamen AFF Futsal Championship 2017 yang digelar di Vietnam, sejak 26 Oktober 2017 ini menjadi sebuah pertaruhan bagi Timnas Futsal Indonesa yang dirundung sejumlah hasil buruk selama beberapa bulan terakhir, diawali dengan kegagalan di SEA Games 2017, sampai dengan tidak dikirimnya wakil Indonesia di ajang Asian Indoor Martial Art Games 2017 di Turkmenistan. Selama itu pula, begitu banyak suara sumbang yang menyertai perjalanan Timnas Futsal Indonesia, tak hanya dari masyarakat futsal Indonesia, kritik keras juga dilayangkan oleh para pelatih futsal Indonesia yang tergabung di Forum Komunikasi Pelatih Futsal yang mana mengecam keputusan pelatih timnas Vic Hermans yang secara mengejutkan tidak ikut mendampingi anak asuhnya bahkan sejak turnamen AFC U-20 Futsal Championship bulan Mei lalu di Thailand.

Menyongsong AFF Futsal Championship 2017 yang menjadi turnamen futsal antarnegara terbesar di kawasan ASEAN ini, tentu sejumlah opini kembali menyeruak, apakah timnas kita mampu berbicara banyak?

Laga pembuka turnamen yang dihelat pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 melawan Filipina menjadi pembuktian awal, seberapa jauh kualitas Skuad Garuda yang secara intensif sudah melakukan latihan terpadu di Mataram, Nusa Tenggara Barat selama beberapa bulan terakhir. Laga ini sendiri dimenangkan oleh Timnas Indonesia dengan skor meyakinkan, 21-0. Gelontoran gol Indonesia dicetak oleh Ardiansyah Runtuboy dan Subhan Faidasa yang menjadi bintang utama dengan masing masing mencetak 4 gol, diikuti oleh Syauqi Saud Lubis dengan 3 gol, sedang Abdul Rohman, Bambang Bayu Saptaji dan Randy Satria berhasil mencetak 2 gol. Hujan gol Indonesia dilengkapi oleh Aditya Rasyid, Johanes Mustamu dan Sunny Rizky yang masing masing mencetak 1 gol, serta sebuah gol bunuh diri dari pemain Filipina.

Besarnya margin gol yang terjadi di laga tersebut menimbulkan optimisme baru di benak masyarakat futsal Indonesia yang sudah sangat rindu akan prestasi timnas futsal kita, yang di sisi lain juga masih menimbulkan pemikiran skeptis dan nyinyir dari beberapa pihak yang lain. Berikut faktor faktor yang membuat kita layak untuk bertanya, optimis atau pesimis?

Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka

Laga pembuka di setiap turnamen tentu membawa beban besar, setiap tim ingin mencatatkan hasil sebaik mungkin sebagai pijakan awal menuju pertandingan selanjutnya, begitu pula Indonesia dan Filipina yang bermain sore tadi.

Filipina, yang sempat vakum selama 2 tahun dari futsal ASEAN, bisa dibilang menjadi underdog di turnamen ini karena tidak diketahuinya secara pasti bagaimana kekuatan mereka saat ini. Namun Timnas Futsal Indonesia memberikan respon yang bagus dengan bermain tenang dan rapi di awal pertandingan yang berhasil menuntun mereka ke kemenangan besar di pertandingan ini. Ketenangan ini mampu dicerminkan dengan persentase umpan berhasil yang mencapai 93%, yang jauh meningkat dibandingkan dengan laga pembuka SEA Games 2017 melawan Thailand kemarin dimana Timnas Indonesia hanya menghasilkan 82% umpan berhasil.

Ketenangan ini juga merupakan buah dari keputusan untuk tidak mengirimkan wakil ke AIMAG 2017 dan memilih untuk fokus ke training camp yang diadakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, sehingga persiapan yang timnas kita miliki lebih panjang dibandingkan dengan persiapan menuju SEA Games 2017 kemarin.

Satu faktor yang berperan besar tentu adalah kehadiran sang pelatih kepala Vic Hermans yang akhirnya mendampingi anak buahnya secara langsung untuk pertama kalinya. Kehadirannya memberikan sentuhan magis yang membuat pemain timnas kita mampu tampil lepas sepanjang pertandingan dengan variasi taktik maupun kombinasi antar paket pemain yang dia lakukan.

Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS

Tanpa kehadiran Syahidansyah Lubis, sempat muncul keraguan bahwa BBS akan tampil kurang maksimal, sebuah hal yang wajar mengingat duet Syahidansyah-BBS selalu tampil bersama di level klub maupun timnas dalam beberapa tahun terakhir.

Pelatih Vic Hermans memanggil tiga wajah baru untuk mengisi sektor pivot timnas, yaitu Alexander Bernhard, Johanis Mustamu dan Subhan Faidasa. Nama terakhir inilah, yang mampu menjadi partner baru bagi BBS sekaligus mengimbangi eksplosivitas yang ia miliki.

Tampil di paket pertama bersama Aditya Rasyid dan Muhammad Iqbal, kombinasi keduanya mampu menghasilkan setidaknya 5 gol bagi Indonesia melalui permainan umpan yang apik. Kuatnya chemistry antara dua pemain ini sangat terlihat terutama di penghujung babak pertama dimana Subhan mampu mencetak gol ketujuh bagi Indonesia melalui sundulan terukur setelah mendapatkan umpan chip yang sangat rapi dari BBS dan mampu membuat kiper Filipina mati langkah.

Jadwal yang Cukup Menguntungkan Bagi Mental Bertanding Indonesia

Indonesia mengawali perjalanan dengan melawan Filipina, salah satu tim underdog di dunia futsal ASEAN, yang dilanjutkan dengan melawan Brunei Darusalam di keesokan harinya, lalu menyusul secara berturut-turut melawan Vietnam lalu Myanmar di laga pamungkas. Urutan lawan ini bisa dibilang cukup menguntungkan bagi Indonesia yang sedang dalam masa pemulihan mental bertanding. Kenangan buruk di SEA Games 2017 bisa dihilangkan dengan menghadapi dua lawan yang bisa dibilang akan mampu mengembalikan mental bertanding Indonesia ke level yang bagus sebelum menghadapi salah satu raksasa futsal ASEAN Vietnam dan kekuatan baru yang dimiliki Myanmar.

Usaha pemulihan mental bertanding ini terbukti penting, pemain seperti Abdul Rohman mampu tampil bagus dan melepaskan demam panggung yang biasa mendera pemain debutan seperti dirinya. Bukti lain adalah mampu tampil beringasnya sang wonderkid Ardiansyah Runtuboy yang sempat kehilangan sentuhannya di SEA Games dengan menjaringkan 4 gol di pertandingan tadi. Secara umum, Indonesia mampu tampil tanpa beban dan itu adalah mental bertanding yang harus dipertahankan di pertandingan selanjutnya.

Kemenangan besar tersebut sejauh ini memang mampu membuktikan kualitas yang dimiliki oleh timas kita, namun berikut beberapa hal yang setidaknya harus segera dibenahi sebelum menghadapi lawan yang lebih berat seperti Vietnam dan Myanmar

PR yang Belum Terselesaikan : Menyikapi High Pressing Lawan

Timnas Indonesia mampu tampil superior di pertandingan pertama, sebuah hal yang wajar mengingat kualitas timnas Filipina yang diatas kertas berada di bawah timnas Indonesia. Namun di pertandingan tadi, ada sebuah momen dimana pemain Filipina sempat memeragakan permainan high pressing saat pemain kita menguasai bola, mereka menekan pemain Indonesia sampai di area pertahanan Timnas Indonesia, dan pemain kita terlihat masih belum siap menghadapi tekanan seperti itu hingga menyebabkan timnas kita kehilangan bola, namun kiper Yusuf Kurniawan masih sigap untuk mengamankan bola tersebut.

Sebuah kejadian yang jarang di pertandingan tadi, mengingat kecepatan yang dimiliki pemain kita membuat pemain Filipina lebih sering menumpuk pemain di area pertahanan mereka sendiri. Namun kejadian tersebut (lawan memberikan high pressing) akan menjadi pemandangan yang akan sering kita saksikan di pertandingan selanjutnya.

Set Piece yang Masih Belum Matang

Bagi para penikmat futsal di Tanah Air yang menyaksikan perjuangan Skuad Garuda melalui layar televisi, sejenak di awal pertandingan kamera sempat menyorot salah satu penonton yang menyaksikan pertandingan tadi, sosok tersebut adalah Miguel Rodrigo yang tak lain adalah pelatih dari Timnas Futsal Vietnam. Pelatih asal Spanyol yang sebelumnya sempat menukangi Timnas Thailand ini terkenal sebagai pelatih yang mampu memberikan arahan dan menyiapkan anak buahnya dengan baik dalam hal set piece.

Sedangkan di pertandingan tadi, sejatinya sudah muncul beberapa alternatif yang dimiliki Vic Hermans dalam menyikapi situasi bola mati, namun dari sekian variasi tersebut masih belum ada yang benar benar mampu mengancam gawang timnas Filipina. Hal ini sejatinya adalah sebuah progres yang baik, dimana sudah terlihat upaya untuk mengatasi kelemahan timnas Indonesia dalam menyikapi situasi set piece, dan laga melawan Brunei tentu akan menjadi sebuah panggung yang pas bagi timnas kita untuk mematangkan skema set piece yang mereka miliki sebelum melawan Vietnam dan Myanmar di pertandingan selanjutnya

Ini adalah problem yang kerap menghantui Indonesia saat menghadapi lawan yang lebih kuat dari Filipina seperti Vietnam dan Myanmar, sebuah problem yang tentu harus segera diantisipasi oleh Vic Hermans untuk tetap menjaga asa Timnas Futsal Indonesia yang sudah kering akan prestasi selama beberapa tahun terakhir.

Terlepas dari faktor-faktor positif dan negatif diatas, kita patut bersyukur karena kita bisa melihat kembali perjuangan dari timnas kita yang kali ini juga didampingi oleh Vic Hermans yang bisa dianggap sebagai salah satu pelatih futsal berkualitas di dunia.

Nah, setelah membaca uraian tadi, bagaimanakah pendapat anda sekarang tentang kiprah timnas futsal kita kali ini? Optimis atau Pesimis?

Foto: tribunnews.com

Baca juga:
Vamos di AFC 2017: Kurang Adaptasi atau Masalah Mental?
Oleh Alhimni Rusdi Perjalanan Vamos Mataram di AFC Futsal Club Championship 2017 diakhiri dengan kemenangan....
PROFIL : Subhan Faidasa, Asa Baru Dari Jawa Barat
Talenta talenta muda banyak bermunculan, terutama di kota besar seperti Bandung yang cukup maju dengan...
Pay-Team: Fenomena Jual-Beli Tim di Liga Pro Indonesia
Oleh: Alhimni Rushdi Februari 2016 menjadi bulan yang membahagiakan bagi sebagian masyarakat Indonesia,...
Timnas Futsal Indonesia : Antara Pesimis dan Kejutan
Oleh : Bayu Qolyubi AFF Futsal Championship 2018 tinggal menghitung beberapa hari lagi. Tentunya juga...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password