Futsal Tarkam, Uang atau Pengalaman?

Futsal Tarkam, Uang atau Pengalaman?

Kejuaraan futsal di Indonesia tak cuma yang bergengsi, dengan klub profesional bermodal besar, maupun sekelas tim nasional. Seperti sepak bola, futsal yang mulai populer ini sudah menjalar ke daerah-daerah. Ujungnya, kini mulai banyak kejuaraan ‘tarkam’.

Tarkam adalah kepanjangan dari tarikan kampung. Ada juga yang mengenalnya sebagai antar kampung. Penyebutan kompetisi ini sejalan dengan penyelenggaraannya yang berlokasi kampung-kampung, mulai dari kompetisi antar Rukun Warga (RW) saat memperingati 17 Agusutus, dan lainnya. Kompetisi seperti ini tanpa berbekal peraturan standar profesional dan biasanya digelar dengan waktu yang singkat satu atau dua hari selesai, dengan sistem gugur.

Namun kini, kompetisi tarkam tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Kompetisi tarkam bisa jadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Pemain-pemain amatir, profesional hingga pemain yang berlabel timnas pun menjadikan kompetisi tarkam sebagai sumber penghasilan. Tengok saja Sandy Gempur pemain IPC Pelindo II Jakarta.

1449533385512

Sandy menilai, kompetisi tarkam bisa jadi memberikan jam terbang dan mental bertanding pemain. “Satu sisi ada baiknya buat pemain, biar dia punya jam terbang dan mental bertanding yang bertambah,” terang Sandy kepada Futsal Zone Indonesia.

Sandy juga melihat ada sisi buruk. Menurut Sandy, kebanyakan pemain yang tarkam sering melihat nominal bayaran ketimbang permainan futsalnya. Dengan begitu, pemain yang biasa disapa Omen ini berpendapat, pemain yang suka tarkam tanpa melihat nominal, punya niat yang bagus buat karirnya.

1449533387085

Dalam kompetisi tarkam, banyak pemain dijanjikan bayaran tinggi oleh para bos-bos. Kesepakatannya pun beragam. Bisa dibayar per pertandigan atau per kompetisi. Tidak jarang, di kompetisi tarkam muncul tim-tim “siluman” yang isinya pemain pemain yang telah malang melintang di dunia futsal. Tujuannya agar tim tersebut meraih gelar juara, dan hasilnya bisa dibagikan sesuai kesepakatan.

Lantas apakah kompetisi seperti ini bisa memajukan perfutsalan Indonesia?, mantan pemain Sriwijaya United ini mengungkapkan itu tergantung pemain dan pengurus futsal Indonesia.

“Sebenarnya, jika pemain dan pengurus punya tujuan yang bagus buat kemajuan futsal Indonesia pasti indonesia bisa maju, setidaknya di Asia. Yang jelas, harus ada kesinambungan dan pengorbanan antara pemain dan pengurus,” tutup dia.

Annasa Fajar Gumilang

Baca juga:
Tarkam Apps: Cara Mudah Cari Lawan
Apalah arti sebuah tim futsal tanpa lawan sparing? Bagi kamu yang punya tim futsal dan kesulitan mencari...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Rekrut Tanpa Seleksi Jadi Kunci Sukses IPC Pelindo Musim Ini?
Oleh: Ardi Wirdana “Chemistry is more important than talent”. Tentu pendapat ini bisa diperdebatkan...
Mahasiswa Fikom Unpad Hadirkan Genetitas 2015 “Sepak Bola Dalam Cerita”
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang tergabung dalam Lembaga Penerbitan Pers...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password