Donzol Berbicara Tentang Pemain Asing di PFL

Donzol Berbicara Tentang Pemain Asing di PFL

Oleh: Annasa Fajar Gumilang

Pro Futsal League (PFL) 2018 telah memasuki musim baru. Kini gelaran futsal paling akbar di Indonesia itu telah memasuki pekan kedua. Terlepas dari persaingan yang ketat, ada yang menarik pada gelaran PFL tahun ini. Fenomena perekrutan pemain asing musim ini menambah euforia PFL semakin menjadi daya tarik.

Beberapa pemain asing telah resmi diperkenalkan klub lokal kita, bahkan nama-nama mereka ini memiliki CV yang cukup mentereng didunia perfutsalan. Mengejutkan, empat pemain asal negeri Gajah Putih Thailand berhasil didaratkan, sebut saja Jetsada Chudech, Chaivat Jamgrajang, Kritsada Wongkeaw dan Suphawut Thueanklang. Jetsada dan Chaivat menuju IPC Pelindo II sedangkan Kritsada dan Suphawut resmi ke Blacksteel Manokwari. Namun keempat pemain ini baru bisa bermain setelah AFC Futsal Championship 2018.

Selain pemain asal Thailand, ada dua pemain asing yang telah melakukan debutnya pada musim ini, mereka adalah Pemain timnas sekaligus Kapten Malaysia, Khairul Efendi (SKN FC Kebumen) dan Pemain asal Brazil Thiago Mora (Permata Indah Manokwari).

Yang menjadi pertanyaan, akan bagaimana efek kehadiran mereka di PFL musim ini?

Beberapa waktu lalu Futsal Zone berkesempatan mewawancarai Coach Doni Zola mengenai kedatangan pemain asing. Menurut pelatih yang biasa disapa Donzol ini, efek kehadiran mereka belum bisa secara dini diprediksi baik buruknya. Mengingat baru Ayon (sapaan Khairul Efendi) dan Thiago Mora yang telah bermain.

“Kalo saya bilang sih pemain asing sekarang belum bisa dibilang efeknya baik atau buruk, karena baru Ayon (Khairul Effendi) sama Thiago Mora yang sudah bermain. Tapi sebetulnya kemampuan mereka berbeda tipis saja dengan kemampuan para pemain Indonesia,” ujar Donzol kepada Futsal Zone.

Mantan pelatih Persija Futsal lebih tertarik membahas dari segi non-teknis para pemain asing yang datang ketimbang membahas efek kedatangan mereka. Menurutnya, para pemain asing ini memiliki hal bagus dari segi non-teknis. Ditanya efek samping dari kedatangan mereka ke Indonesia adalah menjadikan kompetisi lebih meriah.

“Saya melihat lebih ke non teknisnya, karena yang saya dengar seperti Thiago sangat menjaga pola makannya dan kondisi tubuh. Dia umurnya 35 tahun tapi tetap bisa bermain baik diusianya. Ayon-pun usianya 30 tahun tapi so far saya bilang dia memiliki kemampuan yang luarbiasa terutama dari segi kecepatan. Tapi ya itu tadi kita gabisa men-judge dari satu atau dua pertandingan. Kalo ditanya efek sampingnya mungkin lebih meriah, orang-orang lebih mau dateng kelapangan,” lanjutnya.

Terlepas dari empat pemain Thailand yang belum bermain. Penampilan debut Ayon dan Thiago bersama tim barunya agak berbeda. Ayon masih terlihat belum nyetel bersama SKN, kemampuan Individu belum sepenuhnya keluar, padahal materi tim asal Kebumen ini cukup bagus.

Berbeda dengan Thiago yang bisa disebut sebagai Man Of The Match pada pertandingan debutnya bersama Permata Indah Manokwari. Menurut Donzol penampilan kedua pemain itu lebih ke waktu persiapan yang berbeda bersama.

“Kalo soal Ayon belum nyetel dengan timnya saya bilang ini lebih ke kebijakan timnya. Dia sendirian, dan persiapan bersama timnya (SKN FC) terpotong dengan pelatnas Malaysia untuk AFC Futsal Championship. Kalo Thiago bisa lebih nyetel meski sama-sama sendirian, karena dia lebih punya waktu bermain bersama timnya,” ujar mantan Pelatih PON Maluku Utara mengomentari.

Terakhir Donzol berharap dengan kehadiran para pemain asing ke Indonesia bisa memberi contoh kepada pemain lokal dari segi profesionalisme, bukan hanya skill individu atau penampilan menghibur dilapangan.

“Saya harap kedatangan pemain-pemain asing ke Indonesia ini bukan hanya memperlihatkan kualitas permainan atau tontonan yang menarik, tapi tentang sikap profesionalismenya. Semoga bisa menjadi contoh yang baik untuk pemain-pemain lokal,” pungkasnya mengakhiri sesi interview via whatsapp.

Cukup menarik melihat kiprah pemain asing pada musim ini. Semoga bisa memberikan ilmu dan bahan pembelajaran untuk kemajuan futsal tanah air.

Baca juga:
Analisis : “Jurus” Andalan Adom Manfaatkan Kesalahan Posisi Badan Suphawut
Oleh: Annasa Fajar Gumilang Sebelum pertemuan kedua melawan Bintang Timur Surabaya (BTS) Minggu (11/3)...
Duo Thailand Komandoi Kebangkitan IPC Pelindo II
Oleh: Hasbiallah PC Pelindo II Jakarta mulai bangkit dari keterpurukan dengan selalu menang pada beberapa...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Leo Higuita, Prototipe Sempurna Kiper Futsal Masa Depan
Oleh : Rheza Pradita Leo mampu mengubah persepsi kebanyakan orang mengenai tugas seorang kiper. Futsalplanet...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password