Alan Brandi Siap Beri Yang Terbaik di Babak Playoff LNFS

Alan Brandi Siap Beri Yang Terbaik di Babak Playoff LNFS

Format playoff yang berbeda tahun ini diharapkan bisa menjadi keuntungan bagi tim-tim kuda hitam.

Divisi Primer Liga Nacional de Futbol Sala (LNFS) akan memulai babak playoff malam ini, Selasa (23/6), di Jose Maria Martin Carpena Malaga. Namun, akan ada banyak perubahan dari musim-musim sebelumnya.

Musim ini, Divisi Primer LNFS harus berhenti pada pekan ke-23 karena pandemi korona. Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF) pun memutuskan untuk menghentikan musim reguler, dan mengizinkan babak playoff digelar dengan protokol kesehatan ketat.

Biasanya, playoff LNFS menggunakan sistem best of three pada babak perempat-final dan semi-final, serta best of five pada babak final. Namun, kali ini semua pertandingan hingga babak final akan  dilaksanakan dalam format pertandingan tunggal, dan diselesaikan dalam kurun waktu seminggu.

jaenfs.com

Format ini akan memungkinkan terjadinya sejumlah kejutan. Satu kesalahan kecil akan memberi pengaruh besar terhadap keseluruhan laga. Apalagi, para pemain juga belum kembali ke kondisi terbaik, karena baru mulai berlatih bersama sejak dua minggu lalu.

Alan Brandi Cuasnicu, flank andalan Jaen Paraiso, berharap timnya mampu bermain lebih cermat saat menghadapi tim unggulan Inter Movistar nanti malam. Pemain berusia 32 tahun tersebut juga berharap para pemain Los Lagartos mampu untuk tetap tampil percaya diri.

“Kami harus menjadi sebuah tim yang kompetitif, tetap berkonsentrasi, dan percaya diri. Saya pikir kuncinya adalah jangan membuat kesalahan, karena kondisi fisik tidak akan berada di kondisi terbaik dengan latihan dua atau tiga minggu,” ujar pemain yang menjuarai Piala Dunia 2016 bersama Argentina tersebut.

“Kami sudah berlatih selama dua minggu. Itu tidak cukup [ideal], tetapi kami tidak punya pilihan.

Jaen mengakhiri musim reguler 2019/20 di peringkat kedelapan. Mereka mengumpulkan 33 poin dari 23 pertandingan. Setelah dua musim terakhir terhenti di semi-final, mereka tentu berharap bisa melangkah lebih jauh kali ini.

Untuk meraih hal tersebut, Alan mengerti bahwa Jaen harus bisa tetap tampil penuh energi di stadion yang kosong.

“Bermain di sebuah stadion yang kosong akan jadi hal aneh. Bagi kami, ini akan lebih buruk, karena kami terbiasa bermain dengan dukungan hebat [dari suporter]. Tetapi, kami harus menerima situasi ini, dan coba melakukan yang terbaik.” pungkas mantan pemain Benfica tersebut.

Tim lain yang akan coba membuat kejutan adalah Levante UD. Tim asal Valencia itu berhasil mengakhiri musim reguler di peringkat ketujuh, dan akan berlaga di babak playoff untuk kedua kalinya sepanjang sejarah klub.

Cecilio Morales Barbado, pemain andalan Levante, juga bersyukur babak playoff dapat tetap dilanjutkan. Namun, dia juga menekankan agar keselamatan para pemain tetap menjadi prioritas utama.

“Ini merupakan waktu yang baik untuk bermain, tetapi para pemain membutuhkan keselamatan yang baik  untuk bisa bermain dan menikmati [pertandingan],” ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.

“Saya pikir ini merupakan ide yang bagus bagi LNFS untuk memulai kembali [liga], karena para tim harus menyelesaikan musim untuk bersiap menghadapi musim depan.”

Laga Inter menghadapi Jaen akan jadi pembuka playoff nanti malam (23/6), dan disusul pertandingan antara Barcelona dengan Levante. Sementara itu, besok (24/6) akan ada duel antara Vina Albali Valdepenas dengan Osasuna Magna, dan Elpozo Murcia dengan Palma Futsal.

Para pemenang akan kembali bertanding di babak semifinal pada 27 Juni, sedangkan partai final akan dilaksanakan pada 30 Juni.

Lost Password