AFF 2010, Satu-Satunya Gelar Juara Timnas Futsal Indonesia

AFF 2010, Satu-Satunya Gelar Juara Timnas Futsal Indonesia

Absennya Thailand memberi kesempatan bagi negara-negara lain untuk meraih gelar juara pertama.

Timnas futsal Indonesia tidak akan pernah melupakan laga final melawan Malaysia pada 11 April 2010 di Phu Tho Stadium Vietnam. Mereka berhasil menumbangkan sang musuh bebuyutan 5-0, dan merengkuh gelar Piala AFF Futsal untuk pertama kalinya. 

Gelar tersebut bahkan jadi gelar satu-satunya yang pernah diraih futsal Indonesia di ajang antar-negara Asia Tenggara. Dalam 15 penyelenggaran Piala AFF Futsal lainnya, Thailand selalu keluar sebagai juara.

Thailand kebetulan memang tidak ikut serta pada penyelenggaraan 2010. Hal itu disebabkan karena jadwal turnamen yang bertabrakan dengan turnamen Thai 5s, yang diselenggarakan di Udon Thani. Oleh karena itu, AFF 2010 menjadi kesempatan emas bagi Indonesia, Vietnam, dan Malaysia untuk meraih gelar pertama mereka.

Vietnam yang saat itu diasuh Sergio Gargelli bahkan melakukan pemusatan latihan di Eropa sebelum turnamen. Sementara itu, Malaysia juga menggelar pemusatan latihan di dalam negeri, dan melakukan sejumlah ujicoba dengan tim lokal.

Selain tiga negara tersebut, AFF 2010 juga diikuti oleh Filipina dan Myanmar. Ini sekaligus menjadi penyelenggaraan Piala AFF dengan peserta terminim. Total lima negara yang ikut serta setara dengan penyelenggaran Piala AFF pertama di Malaysia pada 2001.

Timnas Garuda datang ke Vietnam dengan skuad terbaik. Pelatih kepala, Robi Hartono masih membawa Socrates Matulessy, Yos Adi Wicaksono, Jailani Ladjanibi, Deny Handoyo, dan Sayan Karmadi yang tengah memasuki usia emas.

Selain itu, ada juga para pemain berpengalaman lainnya seperti Vennard Hutabarat, Beny Hera, Karismawan, Indra Kurnia Purnama, dan Hairul Ohorella. Empat nama lain yang juga ikut serta adalah Ahmad Surya, Ali Haidar, Angga Surya, dan Jefri Purba.

Indonesia mengawali langkah mereka di AFF 2010 dengan kurang meyakinkan. Mereka hanya mampu menang 7-4 atas Myanmar. Padahal, sang lawan baru saja dilumat 8-1 oleh tim tuan rumah sehari sebelumnya.

Garuda mampu tampil lebih meyakinkan pada pertandingan kedua. Mereka sukses menghajar Malaysia enam gol tanpa balas. Kemenangan tersebut juga diikuti oleh kemenangan tipis 2-1 atas Vietnam, yang sekaligus menyegel satu tiket di babak final.

Pada pertandingan terakhir babak penyisihan, Indonesia tetap bermain serius untuk menumbangkan Filipina lewat skor 4-0. Sementara itu, kejutan terjadi di pertandingan lain. Malaysia sukses mengakhiri perlawanan Vietnam dengan skor 2-0, sekaligus memastikan akan kembali bertemu Indonesia di final.

Namun, perjalanan skuad asuhan Maizal Hairi Marzuki harus berakhir anti-klimaks. Mereka harus mengakui perbedaan kualitas dengan Indonesia. Jaelani, Vennard, Deny, Socrates, dan Haidar masing-masing mencetak satu gol dalam kemenangan 5-0 Indonesia di final.

Usai pertandingan, Vennar mengaku bahwa kemenangan tersebut merupakan bukti kekuatan mental tim. Apalagi, mereka juga sempat mengalahkan Malaysia pada laga ujicoba sebelum turnamen.

“Saya percaya bahwa Malaysia masih trauma dengan kekalahan atas kami di Jakarta, dan setelah kekalahan di fase grup mereka berada di kondisi yang lebih sulit lagi secara mental. Skor pada babak pertama tipis, tetapi setelah kami mendapatkan gol kedua di awal babak pertama, para pemain Malaysia tidak bisa bertahan secara mental dan itu memberi kami keunggulan,” ujar sang kapten Indonesia di AFF 2010.

Gelar Piala AFF 2010 memang tidak akan bisa dilupakan, karena menjadi bagian penting dalam sejarah futsal Indonesia. Namun, Indonesia juga harus membuktikan bahwa mereka bisa menorehkan prestasi yang lebih baik di masa mendatang.

Lost Password