Titik Terang Jalur Garuda

Titik Terang Jalur Garuda

Oleh: Fajar Aprilian

Indonesia tak pernah kehilangan pemain-pemain berbakat dan bertalenta, baik itu di futsal atau sepakbola sekalipun. Selalu muncul pemain-pemain berbakat dengan potensi yang besar di tiap masa-nya. Sepakbola pernah punya generasi Andik Vermansyah, berlanjut ke Evan Dimas, lalu Egy Maulana Vikri, hingga Bagus Kahfi dkk. Di futsal pun sama, setelah era nya Bambang Bayu Saptaji, muncul generasi Ardiansyah Runtuboy, dan yang sedang naik daun, generasi Muhammad Sanjaya dkk dalam Timnas U-20.

Di level senior, mungkin Tim Nasional kita tidak terlalu diperhitungkan jika berlaga di level Asia, di regional Asia Tenggara pun, sudah hampir 10 tahun kita tak merasakan trofi juara, apalagi sepakbola, tak pernah sekalipun mencicipi Juara Piala AFF setelah selalu kandas di final. Namun berbeda dengan level junior, dengan bakat-bakat luar biasa yang selalu dimiliki Indonesia, Timnas muda kita selalu diperhitungkan jika dikompetisi junior. Di sepakbola terakhir Timnas U-16 & U-19 mampu lolos hingga fase knock-out Piala AFC dimasing-masing kategori usia. Dengan kualitas yang mumpuni tim-tim kuat Asia pun sangat kewalahan menghadapi perlawanan Garuda Muda. Lalu difutsal bagaimana ? Timnas futsal U-20 baru-baru ini mencatatkan pencapaian luar biasa, berhasil mengalahkan tim kuat Iraq di fase grup, serta mengalahkan Vietnam diperempat Final, Garuda Muda lolos ke semifinal walaupun harus takluk dari Afghanistan lewat babak tambahan dan harus puas hanya meraih peringkat 4 setelah ditaklukkan Iran diperebutan juara ketiga.

Sebuah prestasi yang luar biasa dan patut diberikan apresiasi. Meskipun memang sejak awal targetnya adalah semifinal dan sudah terpenuhi, tapi penampilan yang ditunjukkan Ramadhan Zidani dkk melebihi ekspektasi. Penampilan mereka menuai banyak pujian dari para pemerhati futsal tanah air, walaupun pasti, selalu ada yang harus diperbaiki, tapi itu merupakan sebuah pencapaian yang sangat bagus. Mengalahkan Iraq, sempat unggul jauh dari Vietnam sebelum diperkecil lewat skema Powerplay, dan merepotkan Afghanistan yang hanya bisa unggul tipis itupun harus melalui babak tambahan merupakan sebuah pencapaian yang layak diapresiasi.

Tim yang sudah dibentuk lumayan lama, dan dipersiapkan dengan cukup matang mulai menunjukkan hasilnya, bahkan Mayoritas pemain dari tim ini ikut kompetisi Pro Futsal League dengan nama Bara Kaltim, walaupun harus terdegradasi, tapi hal itu membuahkan hasil dengan membuat kemistri antar pemain meningkat dan mental mereka pun bertambah. Sebuah bukti, bahwa anak muda / pemain muda jika dilatih, dibina, dan diberikan kompetisi yang layak, maka ia akan menjadi seorang pemain yang hebat.

Ini bukanlah akhir, tapi justru merupakan sebuah awal untuk sesuatu yang lebih hebat lagi. Titik terang akan prestasi Tim Nasional Indonesia sudah mulai nampak, kita mampu masuk 4 besar Asia di level Junior, maka di level senior apalagi jika hanya tingkat regional Asia Tenggara, harusnya juga kita bisa lakukan hal yang sama. Tinggal bagaimana pembinaan dilakukan dengan benar, dan tim-nya dipersiapkan dengan sangat matang hilangkan budaya ‘dadakan’ dalam mempersiapkan tim untuk menghadapi sebuah kompetisi, makaGaruda bisa menyongsong titik terang yang sudah mulai nampak dijalurnya.

Baca juga:
Opini: Berinvestasi Melalui Akademi Futsal
Oleh: Fajar Aprilian Di futsal, regenerasi adalah sesuatu yang sangatlah diperlukan, agar kualitas...
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Wajah Baru Timnas Futsal Indonesia
Selepas Sanksi FIFA, Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia resmi membentuk tim setelah melewati beberapa...
4 Tugas Penting Victor Hermans Tukangi Timnas Futsal
Victor Hermans butuh pembuktian. Sederet prestasinya akan diuji kembali dengan status baru sebagai pelatih...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password