PFL 2017: Lampung Angels S-One, One Woman Team?

PFL 2017: Lampung Angels S-One, One Woman Team?

Lampung Angels S-One (LA S-One) gagal meraih poin sempurna kala berlaga dihadapan pendukungnya sendiri. Sekedar info, pekan ke-4 Women Pro Futsal League (WPFL) 2017 digelar di GOR Saburai, Lampung (24/02-25/02) yang notabene adalah markas dari LA S-One. LA-S-One hanya memperoleh 1 poin pada pekan ke-4 WPFL setelah kalah dari Jaya Kencana Angels dan hanya bermain imbang kala menghadapi UPI Antam Bandung. Kini LA S-One berada diperingkat 2 Klasemen sementara dengan 11 poin, terpaut 1 poin dari Jaya Kencana Angels di puncak klasemen.

Memang posisi LA-S-One berada di papan atas, namun secara permainan mereka belum memperlihatkan performa terbaiknya. Chemistry dan visi bermain para pemain masih harus terus diasah jika tetap ingin bersaing dalam perebutan gelar juara. Pasalnya tim asal Sumatera itu masih sangat bertumpu pada sang kapten Tim, Rani Mulyasari.

Jika diperhatikan, LA S-One seperti “One Woman Team”, sosok Odoy (sapaan Rani) cenderung terlalu dipaksakan. Mungkin tidak terlalu banyak pilihan lain sehingga saat Odoy diganti dengan pemain lain, ia hanya menarik nafas dan mengambil air minum, setelah itu ia akan bermain kembali ke lapangan.

Dari 11 gol yang diciptakan, Odoy telah mencetak 6 gol untuk timnya. Artinya Odoy rata-rata mencetak 1 gol disetiap 1 pertandingan. Memang dibeberapa laga seperti melawan UPI Antam, LA S-One bermain bagus namun belum konsisten. Kondisi ini cukup membahayakan, jika suatu saat Odoy absen.

Tim asuhan Coach Cornellius sebetulnya memiliki pemain-pemain yang cukup baik dari segi skill individu dan pengalaman. Sebut saja Tia Darti yang merupakan punggawa Timnas Futsal Putri Indonesia. Tia absen di 4 laga awal akibat cidera, namun sekembalinya dia ke lapangan belum cukup membantu tim meraih hasil sempurna.

Pemain pemain muda potensial lain yang menghuni skuad tim Gajah Lampung itu pun belum terlalu bersinar. Desy Amalia dan Dwie Aprillia tampil masih angin-anginan, namun sangat berpotensi. Satu lagi yang masih tampil malu-malu adalah Sopia. Sopia digadang gadang sebagai pemain masa depan Futsal Indonesia setelah tampil ciamik pada Liga Nusantara bersama Football Plus. Mungkin faktor adaptasi yang membuat Sopia masih jarang sekali mendapatkan menit bermain.

Tentunya LA S-One harus bekerja sebagai tim secara keseluruhan jika tidak ingin menjadi “One Woman Team” dan bersaing diperebutan gelar juara.

Annasa Fajar Gumilang

Foto: @lampungangelswfc

Baca juga:
Pay-Team: Fenomena Jual-Beli Tim di Liga Pro Indonesia
Oleh: Alhimni Rushdi Februari 2016 menjadi bulan yang membahagiakan bagi sebagian masyarakat Indonesia,...
Asep Sumpena: Kami Lebih Percaya Pada Pembinaan Tim Sendiri
Keberhasilan UPI ANTAM menjuarai Women Pro Futsal League (WFSL) 2015 tidak luput dari peran penting seorang...
UNJ Cosmir Siap Tekan UPI Antam
GOR Sudiang Makasar akan menjadi saksi duel UNJ Cosmir VS UPI Antam pada laga Women Pro Futsal League...
Tiga Faktor JK Angels Sapu Bersih Fase Grup WPFL 2016
Babak grup Woman Pro Futsal League (WPFL) 2016 wilayah Barat resmi berakhir Minggu (8/5). Semua peserta...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password