7 Mitos Ini Sering Kita Temui di Dunia Futsal

7 Mitos Ini Sering Kita Temui di Dunia Futsal

Fenomena mitos di Indonesia tak hanya terjadi di lingkungan sehari-hari. Juga tak melulu berkaitan erat dengan hal mistis.

Di beberapa cabang olahraga, banyak juga yang percaya mito. Begitu pun dengan olahraga yang kini banyak digandrungi masyarakat dunia yaitu futsal. Entah mitos tersebut dapat dibuktikan dengan ilmiah maupun tidak, mitos seolah sudah menjadi bumbu penyedap dalam kehidupan manusia.

Nah apa sajakah mitos dalam dunia futsal? Tim redaksi Futsal Zone Indonesia telah merangkum deretan mitos seputar futsal yang dipercayai khususnya di Indonesia.

1. Mencium tiang gawang

Penggelut futsal tentu tidak asing melihat pemandangan seorang penjaga gawang yang mencium tiang gawang. Ternyata, perilaku ini memiliki makna tersendiri. Banyak pemain yang mempercayai bahwa dengan mencium tiang gawang akan membantu si penjaga gawang untuk menjaga gawangnya. Padahal faktanya, tugas mejaga gawang adalah tugas sang kiper, tentu saja aman tidaknya gawang ditentukan oleh kapasitas kiper.

2. Mendengarkan musik sebelum bertanding

Sebelum pertandingan dimulai, banyak kita jumpai pemain yang asik menikmati musik di ruang ganti. Sangat masuk akal, banyak pemain yang melakukan hal tersebut meyakini musik mampu membangkitkan kepercayaan diri dan juga semangat. Mitos ini benar, namun tidak sepenuhnya benar. Karena mendengarkan musik adalah sebuah kebiasaan, tidak semua pemain merasakan efek yang sama saat mendengarkan musik. Jadi lalukan apapun yang dapat membuat kamu nyaman saat bertanding.

3. Semakin sering latihan akan semakin mahir

Kalimat ini perlu kita cermati lebih jauh lagi. Sebab jika kalimat ini diartikan kuantitas latihan mempengaruhi kemampuan pemain, maka hal ini kurang tepat. Pada dasarnya latihan perlu diterapkan dengan tepat, baik jadwal latihan, pola latihan dan lain–lain. Justru akan berakibat buruk, bila latihan dilakukan berturut turut tanpa ada jeda istirahat. Bukannya bertambah kemampuan, justru malah menyebabkan cedera. Untuk itu perlu diperhatikan porsi latihan yang tepat, waktu latihan dan waktu istirahat sangat penting diperhatikan.

4. Shooting membentur tiang

Bola yang membentur mistar gawang seolah menjadi pertanda bahwa si pemain sedang tidak beruntung atau ‘apes’. Sebetulnya pemikiran seperti ini muncul dari diri si pemain, yang meyakini bila shooting mengenai tiang maka itu bertanda dia akan sial sepanjang pertandingan. Pemikiran seperti ini lah membuat si pemain kurang percaya diri atas permainnya sendiri, sehingga melakukan kesalahan yang berujung munculnya kesimpulan bahwa si pemain sedang kurang beruntung.

5. Sepatu branded meningkatkan kemampuan

Salah satu hal pokok dalam olahraga futsal adalah sepatu. Obrolan di sekitar pemain futsal tanah air sering membicarakan sepatu branded yang dapat meningkatkan kekuatan shooting, kemampuan dribble, passing dan sebagainya.  Dapat dikatakan, fungsi sepatu tidak sepenuhnya optimal jika bukan di kaki seorang pemain yang tepat. Jadi pilih lah sepatu yang sesuai ukuranmu dan yang paling penting nyaman dipakai, tidak harus bermerek atau berharga mahal.

6. Sepatu keberuntungan.

Banyak kita jumpai kondisi sepatu seorang pemain yang rusak baik kerusakan besar maupun kecil masih dipakai oleh si pemain. Dengan keyakinan bahwa sepatu yang telah setia menjadi partner bermain akan membuat si pemain tampil bagus apapun kondisi sepatu tersebut. Namun jika di telaah lagi, sepatu yang kondisinya tidak baik justru malah akan merugikan pemain. Seperti robek di tengah pertandingan, tali yang putus, sol sepatu yang hancur dan berbagai kerusakan lainnya, tentu hal ini tidak ingin kita alami. Untuk itu pemain sangat perlu memperhatikan kondisi perlengkapannya. Jika sudah tidak layak pakai, maka sebaiknya mencari sepatu penggati.

7. Tendang penalti sekuat mungkin

Momen tendangan penalti kadang kala menjadi penentu dalam sebuah pertandingan. Banyak pemain yang beranggapan cara paling tepat untuk menendang penalti adalah tendang sekuat mungkin. Cara ini keliru, buktinya sering kita saksikan teknik tendangan seperti itu menjadi santapan lezat penjaga gawang. Tidak hanya itu, ini juga menunjukkan adanya ketidakpercayaan diri pada si pemain, sehingga tidak mampu menemukan jalan keluar yang efektif. Sejatinya seorang pemain harus siap dengan kondisi apapun yang mungkin terjadi. Jadi akan lebih baik jika kamu latih kemapuan eksekusi pinalti.

Itulah beberapa mitos yang berkembang di dunia futsal Indonesia. Intinya mitos itu berkaitan dengan pola pikir, jadi terus berpikir positif dan asah terus kemampuanmu agar kamu percaya diri.

Harri Fajri

Baca juga:
Indonesia di AFF Futsal Championship 2017, Optimis atau Pesimis?
Kemampuan Indonesia Mengatasi Ketegangan di Laga Pembuka Munculnya duet andalan baru, Subhan-BBS ...
Pay-Team: Fenomena Jual-Beli Tim di Liga Pro Indonesia
Oleh: Alhimni Rushdi Februari 2016 menjadi bulan yang membahagiakan bagi sebagian masyarakat Indonesia,...
7 Cara Asyik Menikmati Pertandingan PFL 2016
Kabar gembira bagi pencinta futsal tanah air, tak lama lagi gelaran Pro Futsal League (PFL) 2016 akan...
Donzol Berbicara Tentang Pemain Asing di PFL
Oleh: Annasa Fajar Gumilang Pro Futsal League (PFL) 2018 telah memasuki musim baru. Kini gelaran futsal...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Lost Password