5 Tipe Anchor Futsal

5 Tipe Anchor Futsal

Anchor, fixo, atau cierre memiliki peran sentral dalam tim.

Kata anchor berasal dari bahasa Inggris yang berarti jangkar. Anchor juga dapat diterjemahkan sebagai seseorang atau sesuatu yang memberi dukungan ketika dibutuhkan. Maka tidak heran, jika dalam sepakbola peran anchor dijalankan oleh gelandang jangkar yang bertugas membantu para gelandang lain di depannya.

Jika Anda sering bermain Football Manager, tentu sudah tidak asing dengan peran anchorman. Peran tersebut dapat dimiliki oleh gelandang bertahan, yang bertugas menutupi lubang di antara bek dan gelandang. Anchorman tidak akan terlalu banyak bergerak, karena memiliki tugas yang sederhana.

Sementara itu, tugas hampir serupa juga dijalankan anchor dalam futsal. Tetapi, ada satu perbedaan mendasar. Dalam olahraga lima lawan lima ini, anchor merupakan sebuah posisi, bukan peran seperti di sepakbola.

Anchor merupakan posisi pemain outfield paling belakang di tim. Awalnya, posisi ini tidak menuntut sang pemain untuk bergerak terlalu banyak. Oleh karena itu, dalam bahasa portugis pemain di posisi ini mendapat sebutan fixo, yang berarti tetap.

Ada semakin banyak tipe anchor seiring dengan berjalannya zaman. Para pemain terus memodifikasi kemampuan mereka di era futsal modern. Dalam strategi tertentu, Anchor  bahkan menjelma menjadi pemain paling berbahaya bagi lawan.

Futsalzone kali ini mencoba untuk mengategorikan anchor berdasarkan tipe bermain mereka di lapangan.

  • Classic Anchor

Ini merupakan tipe anchor klasik yang jarang maju ke depan. Mereka akan tinggal bersama penjaga gawang di daerah pertahanan sendiri, ketika tiga pemain lain melakukan serangan. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi overload, saat lawan melakukan serangan balik.

Classic Anchor wajib memiliki atribut bertahan yang lengkap. Mereka harus piawai dalam melakukan tackle, block, clearance, ataupun intercept. Mereka biasanya juga memiliki gaya main simpel, ngotot, dan tegas.

Pemain dengan tipe seperti ini cocok bagi tim yang memiliki penguasaan bola rendah. Mereka tidak terlalu membutuhkan peran anchor untuk membagi bola, karena serangan disusun secara cepat dan sporadis.

  • Breaker

Mirip dengan tipe sebelumnya, breaker juga lebih fokus dalam bertahan. Akan tetapi, yang membedakan adalah posisi mereka di lapangan. Seorang breaker harus terus menjaga jarak ideal dengan pemain lain, walaupun dalam keadaan menyerang.

Tugas breaker adalah untuk menghentikan serangan lawan secepatnya. Oleh karena itu, mereka tidak boleh berdiri terlalu dalam. Hal ini bertujuan agar anchor bisa langsung melakukan pressure saat kehilangan bola, atau yang biasa kita sebut dengan istilah counterpress. Strategi ini digunakan agar tim bisa langsung mendapatkan bola di daerah pertahanan lawan, dan kembali menciptakan peluang.

Anchor dengan tipe seperti ini juga harus pintar dalam mengambil keputusan. Mereka harus bisa menentukan saat yang tepat untuk merebut bola, melakukan delay, atau justru mengambil jatah professional foul.

  • Creator

Ini merupakan tipe anchor yang cocok bagi tim dengan penguasaan bola tinggi. Semakin tinggi penguasaan bola, maka semakin sedikit tugas bertahan yang akan dijalankan sang anchor. Hal tersebut akan membuatnya lebih fokus dalam melakukan distribusi bola.

Creator harus menguasai segala jenis umpan. Hal ini bertujuan agar distribusi bola yang dia lakukan tidak mudah dibaca lawan. Sejumlah pemain dengan tipe seperti ini bahkan dijuluki mata elang, karena mampu menciptakan umpan yang tidak terduga.

Anchor dengan tipe seperti ini harus dilindungi oleh para flank  beretos kerja tinggi. Para flank dituntut mampu melakukan trackback¸ketika creator melakukan kesalahan. Peran kedua flank sangat vital dalam meminimalisir situasi overload saat serangan balik.

  • Shooter

Apa yang akan Anda lakukan saat lawan bertahan secara rapi, kompak, dan dalam? Kebanyakan dari kita akan melakukan tendangan dari jarak jauh. Sayangnya, tidak semua pemain dibekali kemampuan tendangan mumpuni.

Oleh karena itu, muncul anchor dengan tipe shooter. Bermain di posisi paling dalam membuat anchor memiliki ruang lebih banyak untuk melakukan tendangan. Mereka punya satu atau dua meter untuk melakukan ancang-ancang dan menentukan target.

Pemain dengan tipe ini bisa menjadi pilihan, ketika tim mengalami jalan buntu dalam membongkar pertahanan lawan. Shooter yangefektifbukan hanya wajib memiliki tendangan keras, tetapi juga akurasi tingkat tinggi. Jika tidak, maka peluang akan terbuang dengan sia-sia.

  • Complete Anchor

Ini merupakan tipe gabungan dari empat tipe sebelumnya. Pemain dengan tipe ini jarang kita temui, karena harus memiliki sejumlah atribut berbeda. Mulai dari bertahan, membangun serangan, hingga menyelesaikan peluang.

Complete anchor akan menyesuaikan gaya mainnya dengan kebutuhan tim. Hal tersebut membuat mereka bisa masuk ke segala skema permainan. Pemain dengan tipe ini merupakan hasil evolusi anchor di era futsal modern.

Akan tetapi, ada satu kekurangan dari pemain dengan tipe ini. Semakin banyak memiliki atribut akan membuat mereka tidak memiliki spesialisasi kemampuan yang menonjol. Oleh karena itu, complete anchor harus bekerja ekstra keras agar bisa menguasai semua atribut dalam level yang sempurna.

Lost Password